PURWOKERTO – Program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong kemandirian desa. Namun, keberhasilan program ini tidak cukup hanya mengandalkan modal atau intervensi pemerintah.
Pakar koperasi dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., menegaskan bahwa koperasi harus tetap berpijak pada prinsip dasar, terutama partisipasi aktif anggota.
Menurut Darmawan, tantangan terbesar implementasi KDMP bukan hanya pada pembentukan kelembagaan, tetapi bagaimana memastikan koperasi benar-benar hidup melalui keterlibatan nyata para anggotanya.
“Koperasi itu bukan hanya soal administrasi atau pembentukan organisasi. Yang paling penting adalah partisipasi aktif anggotanya. Ketika anggota terlibat dalam aktivitas ekonomi, menggunakan layanan, dan ikut mengambil keputusan, maka koperasi akan tumbuh sehat dan berkelanjutan,” ujarnya di Purwokerto, Selasa (13/5/26).
Ia menjelaskan, dalam konsep koperasi terdapat prinsip dual identity, di mana anggota memiliki dua peran sekaligus: sebagai pemilik (owner) sekaligus pengguna layanan (customer). Tanpa partisipasi ekonomi yang kuat dari anggota, koperasi berpotensi kehilangan jati diri dan berubah menjadi proyek administratif tanpa dampak nyata.
Darmawan menilai KDMP berpotensi menjadi instrumen strategis untuk memperkuat sektor pertanian, perdagangan lokal, UMKM, hingga ketahanan pangan nasional. Namun, potensi itu hanya akan terwujud jika pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional, transparan, dan demokratis.
“Kalau koperasi hanya berdiri secara formal tanpa aktivitas ekonomi riil dari anggotanya, maka sulit berkembang. Pemerintah, pengurus, dan masyarakat desa harus memastikan KDMP benar-benar menjadi gerakan ekonomi rakyat, bukan sekadar program jangka pendek,” tegasnya.
Lebih jauh, pendekatan berbasis koperasi dinilai sangat relevan dengan semangat ekonomi Pancasila karena menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi, bukan sekadar objek kebijakan.
“Kalau dijalankan sesuai prinsip koperasi, KDMP bisa menjadi model pembangunan ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Tapi kalau hanya berbasis proyek, daya tahannya akan lemah,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang tepat, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi fondasi pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kedaulatan ekonomi nasional dari tingkat desa.
Penulis : Alri johan
Editor : Angga saputra








