BANJARNEGARA – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan Islam. Langkah konkret diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Wanayasa, Banjarnegara, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut dirangkaikan dengan sesi Sharing and Motivation yang menghadirkan mahasiswa internasional asal Palestina dan Sudan. Acara ini menjadi momentum strategis membangun sinergi pendidikan Islam berkemajuan antara perguruan tinggi dan pesantren di lingkungan Muhammadiyah.
Penandatanganan MoA dilakukan langsung oleh Kaprodi Magister PAI FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., bersama Direktur PPM MBS Wanayasa, Wahyudin, S.Ag., M.S.I. Keduanya sepakat bahwa kerja sama ini akan mencakup pengembangan pendidikan, penguatan akademik, riset, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kegiatan ini menjadi penguatan kolaborasi pendidikan Islam antara Magister PAI UMP dan PPM MBS Wanayasa,” ujar Dr. Darodjat kepada wartawan di Purwokerto, Senin (18/5/26).
Ia menjelaskan, kerja sama ini dirancang untuk mendukung implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan global. “Melalui MoA ini, kedua lembaga berkomitmen mengembangkan berbagai program strategis,” tambahnya.
Dr. Darodjat menekankan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk generasi Islam yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren perlu terus diperkuat agar lahir inovasi pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sesi Sharing and Motivation menjadi puncak acara yang paling dinanti para santri. Dua mahasiswa internasional UMP hadir sebagai pembicara, yakni Samar T. M. Alhaj dari Palestina (Prodi Magister Pendidikan Agama Islam) dan Ahmed Fawzi Mohamed Ahmed Ibrahim asal Sudan (Prodi Teknik Sipil S1 FTS UMP). Mereka berbagi pengalaman tentang pendidikan, dinamika budaya, perjuangan belajar di Indonesia, serta pentingnya semangat persaudaraan Islam lintas bangsa.
“Kehadiran mahasiswa internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi para santri MBS Wanayasa. Peserta tidak hanya memperoleh motivasi belajar, tetapi juga wawasan global mengenai kondisi dunia Islam dan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban,” ungkap Wahyudin, Direktur PPM MBS Wanayasa.
Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan visi UMP sebagai universitas unggul, modern, dan berdaya saing internasional. Internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama dengan luar negeri, tetapi juga dengan membangun atmosfer akademik global di lingkungan lokal, termasuk pesantren.
“Menghadirkan mahasiswa internasional dari Palestina dan Sudan dalam forum pesantren, UMP menunjukkan bahwa pendidikan Islam bisa menjadi jembatan persatuan umat dan ruang dialog peradaban dunia,” tegas Dr. Darodjat.
Ke depan, kerja sama antara Magister PAI UMP dan PPM MBS Wanayasa diharapkan melahirkan berbagai program kolaboratif berkelanjutan, baik di bidang akademik, penelitian, penguatan karakter santri, maupun pengembangan pendidikan Islam berbasis global dan teknologi. Target utamanya, lahir generasi santri dan akademisi yang berwawasan internasional, moderat, unggul dalam keilmuan, serta siap berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan dunia.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








