CILACAP – Sejumlah kader PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap dikabarkan menyampaikan ketidakpuasan atas penetapan Anggit Adi Juwita sebagai Ketua DPC periode 2025–2030. Bahkan, beredar usulan agar posisi ketua diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Menanggapi hal itu, Anggit yang akrab disapa AAJ memberikan respons santai dan tetap tenang. Ia menilai perbedaan pandangan di internal partai merupakan hal wajar dalam kehidupan organisasi.
“Saya memandang ini sebagai bentuk kecintaan kader terhadap partai. Kami sebagai pengurus baru tentu menghormati dan menghargai setiap aspirasi yang disampaikan,” ujar AAJ, Kamis (26/4/2026).
Laporan ke DPP, Anggit: Keterbatasan Informasi Jadi Pemicu
AAJ membenarkan adanya laporan dari sejumlah kader ke DPP dan DPD PDI Perjuangan terkait proses penetapannya. Namun, menurutnya, hal itu lebih disebabkan oleh keterbatasan informasi yang diterima sebagian kader mengenai tahapan penjaringan dan penetapan Ketua DPC.
Ia menjelaskan bahwa proses penetapannya telah melalui mekanisme sesuai Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025. Namanya diusulkan dalam penjaringan awal oleh tiga PAC, yakni Gandrungmangu, Cimanggu, dan Kesugihan pada 4 September 2025.
“Dari usulan PAC tersebut, proses berlanjut ke tingkat DPD dan DPP. Saya kemudian diundang oleh DPP untuk mengikuti psikotes secara online dengan akun peserta yang telah disiapkan,” jelasnya.
SK DPP Terbit, Anggit Sah Pimpin DPC Cilacap
Seluruh tahapan tersebut bermuara pada terbitnya SK DPP Nomor 13.23/KPTS-KP/DPP/XII/2025 tertanggal 26 Desember 2025 yang menetapkan Anggit sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap, menggantikan ketua sebelumnya, Taufik Nur Hidayat.
Di tengah situasi ini, AAJ mengajak seluruh kader kembali memperkuat soliditas dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan. Ia menilai tantangan politik ke depan membutuhkan kebersamaan dan komitmen seluruh kader.
“Kami ingin seluruh kader kembali turun ke bawah, membersamai rakyat, membantu yang membutuhkan, dan memenangkan hati rakyat. Itu kunci kemenangan ke depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjalankan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar PDI Perjuangan senantiasa hadir sebagai partai yang berpihak pada wong cilik.
DPD Jateng Klarifikasi, Proses Organisasi Tetap Berjalan
Sebelumnya, sejumlah kader telah mengajukan laporan ke DPP dan dipanggil untuk klarifikasi oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah pada 22 April 2026 di Semarang. Selain para kader, AAJ bersama Sekretaris Arif Junaidi dan Bendahara Yoga Dwi Sambodo juga turut dimintai keterangan.
Hingga saat ini, proses organisasi tetap berjalan. Berbagai aspirasi kader terus disikapi dalam koridor partai sebagai bagian dari dinamika internal yang sehat.
Penulis : Angga Saputra






