PURWOKERTO – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan menyelesaikan skripsi, Sonia Nur Annisa justru memilih memacu usaha. Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini berhasil merintis bisnis merchandise K-pop sejak masa kuliah. Kini, usahanya berkembang pesat hingga memiliki kios sendiri di kawasan Purwokerto.
Berawal dari Hobi Desain
Sonia mengaku ide berbisnis muncul dari kegemarannya di bidang desain dan editing. Keterampilan itu ia asah saat aktif dalam kepanitiaan dan organisasi kampus.
“Aku suka desain dan sering jadi tim desain di organisasi maupun kepanitiaan. Dari situ kepikiran, gimana caranya skill ini bisa jadi penghasilan,” ujar Sonia.
Ia sadar bahwa peminat K-pop di Indonesia sangat besar. Peluang itulah yang kemudian mendorongnya untuk memproduksi merchandise bertema idola Korea Selatan.
Berani Mulai di Tengah Skripsi (2023)
Gagasan itu mulai diwujudkan pada tahun 2023. Saat itu, Sonia tengah berada di fase penyusunan skripsi yang belum rampung.
Dengan modal pribadi dan penuh pertimbangan, ia memberanikan diri merintis usaha kecil dari nol.
Tantangan Terbesar: Cari Vendor
Proses merintis usaha tak sepenuhnya mulus. Sonia mengaku tantangan terbesar adalah mencari vendor produksi yang sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang diharapkan.
“Tantangan paling besar itu di vendor, karena harus cari yang cocok dan itu butuh biaya juga,” katanya.
Namun, ia tidak menyerah. Sonia memulai penjualan melalui sistem pre-order dan e-commerce. Perlahan, ia mencoba berjualan langsung di car free day (CFD) Purwokerto.
Respons Positif, Kios Pun Dibuka
Respons dari pembeli ternyata sangat positif. Hal itu menjadi titik balik yang mendorong Sonia untuk mengembangkan usaha lebih jauh.
“Awalnya aku jualan lewat pre-order sama e-commerce, terus coba juga jualan di CFD. Ternyata responsnya bagus, jadi aku mulai berani buka kios di awal 2025,” jelasnya.
Kini, usaha yang berawal dari keterampilan sederhana itu tidak hanya menjadi wadah menyalurkan kreativitas. Bisnis merchandise K-pop miliknya telah berkembang menjadi sumber penghasilan utama yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pelajaran dari Sonia: Konsistensi dan Keberanian
Kisah Sonia menjadi bukti bahwa kemampuan sekecil apa pun dapat membuka peluang besar. Kuncinya: dikembangkan dengan konsisten dan keberanian untuk mencoba, meski skripsi belum usai. (Pipit Yuliana Rahayu)








