Di antara jejeran rak buku di Gramedia Gelora Indah Purwokerto, rak “BEST SELLER” menjadi salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung. Sepuluh jenis buku paling diminati saat ini ditata rapi sesuai tingkat kepopulerannya, mulai dari novel hingga buku self-improvement.
Menariknya, perubahan minat pembaca di gerai ini akhir-akhir ini tak begitu terasa. Seorang pegawai magang di Gramedia Gelora Indah Purwokerto, Neira mengungkapkan, “Sebenarnya masih sama saja, semua jenis buku ada yang mencari. Tapi, biasanya novel yang lebih sering dicari, apalagi sama perempuan.”
Fenomena itu menunjukkan bahwa masyarakat Purwokerto lebih menyukai bacaan emosional yang menyentuh hati seperti novel, meskipun buku self-improvement masih menjadi pilihan kedua.
Berikut 10 buku terlaris di Gramedia Gelora Indah Purwokerto:
1. Seporsi Mi Ayam Sebelum Mati – Brian Khrisna
Novel tentang Ale, pria 37 tahun yang depresi dan berencana bunuh diri, namun menundanya demi menikmati seporsi mi ayam langganan. Buku ini direkomendasikan bagi pecinta genre slice-of-life yang ingin menyelami perjalanan mencintai diri sendiri dan memaknai hidup.
2. Rumah – J.S. Khairen
Mengisahkan Ria, seorang travel planner berusia 27 tahun yang telah berkeliling dunia tetapi masih merasa hampa. Novel ini mengupas makna “rumah” sebagai tempat untuk pulang, dikemas dengan konflik dan pesan mendalam.
3. Dompet Ayah Sepatu Ibu – J.S. Khairen
Novel laris karya J.S. Khairen lainnya. Bercerita tentang perjuangan Zena dan Asrul, dua anak dari keluarga kurang mampu di Sumatera Barat. Cocok bagi pembaca yang menyukai kisah berlatar keluarga, pendidikan, dan kerja keras.
4. Laut Bercerita – Leila S. Chudori
Novel legendaris yang terjual lebih dari 500 ribu eksemplar. Berlatar tahun 90-an tentang penculikan aktivis mahasiswa bernama Laut dan kawan-kawan. Fakta menariknya, novel ini terinspirasi dari kisah nyata di tahun 1998 saat Indonesia berada di era Orde Baru. Cocok untuk pecinta sejarah dan politik.
5. Janji – Tere Liye
Menginspirasi pembaca dengan kisah perjalanan tiga santri nakal—Hasan, Baso, dan Kahar—yang dihukum mencari Bahar, santri legendaris dengan masa lalu kelam, untuk menemukan arti sejati menepati janji dan kemuliaan hidup.
6. Sang Eksekutor – Tere Liye
Novel thriller politik terbaru 2026 ini mengisahkan sosok misterius yang membunuh petinggi negeri; menteri, jenderal, dan hakim, di tengah kekacauan hukum. Buku ini merupakan kelanjutan dari “Teruslah Bodoh Jangan Pintar.” Catatan: Tidak disarankan bagi pembaca yang memiliki trauma khusus karena terdapat adegan-adegan tertentu yang mendistraksi.
7. The Psychology of Money – Morgan Housel
Buku self-improvement yang mengeksplorasi bagaimana perilaku dan emosi manusia mempengaruhi keputusan finansial. Berbeda dari buku finansial pada umumnya yang penuh angka dan grafik, buku ini menekankan bahwa kesuksesan ditentukan oleh soft skills.
8. 3726 MDPL – Nurwina Sari
Novel romansa populer yang diangkat dari Alternative Universe (AU). Berfokus pada kisah cinta Rangga Raja, mahasiswa kehutanan, dengan adik tingkatnya, Andini Hangura, berlatar pendakian Gunung Rinjani. Buku ini sukses besar berkat gaya bahasa puitis dan kutipan romantisnya.
9. The Let Them Theory – Mel Robbins
Buku self-help dan self-control yang membantu pembaca berhenti mengontrol tindakan, perilaku, dan pendapat orang lain. Mengajarkan fokus pada diri sendiri dengan prinsip “let them” (biarkan mereka) agar merasa tenang dan menemukan kedamaian.
10. Sang Alkemis – Paulo Coelho
Novel filosofis karya penulis asal Brasil ini pertama kali terbit pada 1988. Buku tersebut telah menjadi salah satu karya sastra paling terkenal di dunia, terjual lebih dari 150 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Mengisahkan perjalanan Santiago, gembala muda Spanyol, mengejar impiannya mencari harta karun di Piramida Mesir.
Di balik rak terlaris itu, pembaca tak hanya bersaing dengan zaman, tetapi juga tradisi mempertahankan literasi. (Mia Eka Pramistya)








