INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Jelang Pilrek Unsoed, Curhatan Warga soal “Kartu Ormas” dan Rentetan Skandal yang Membelit Kampus

Jelang Pilrek Unsoed, Curhatan Warga soal “Kartu Ormas” dan Rentetan Skandal yang Membelit Kampus
Rabu, 1 April 2026

PURWOKERTO – Suasana menuju Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tahun 2026 diwarnai gelombang kekecewaan publik. Di tengah sorotan tajam terhadap sejumlah skandal yang membelit kampus, seorang warga mengungkap pengalaman pahit saat melamar pekerjaan di universitas tersebut.

Aktivis Masyarakat Peduli Kampus , Aji Nugroho menceritakan pengalamannya saat mengikuti proses seleksi calon pegawai di Unsoed. Ia mengaku diminta menunjukkan kartu anggota organisasi masyarakat (ormas) tertentu sebagai salah satu persyaratan. Aji merasa aneh dan kecewa karena prosedur tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang semestinya.

“Ini menjadi pengalaman yang menyakitkan. Saya sebagai warga Banyumas punya mimpi bekerja di Unsoed, tapi cara penolakannya tidak pakai SOP yang jelas. Saya bingung, masa kampus negeri pakai aturan seperti itu,” ujar Aji.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pemicu meluapnya kekecewaan warga terhadap tata kelola Unsoed saat ini.

“Kampus Merdeka” atau “Kampus Bahaya”?

Dalam beberapa bulan terakhir, citra Unsoed sebagai institusi pendidikan negeri terkemuka di Jawa Tengah tergerus sejumlah persoalan. Polemik UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dianggap mengarah pada komersialisasi pendidikan, hingga kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi sorotan nasional.

Akibatnya, predikat “Kampus Merdeka” yang selama ini disematkan berubah menjadi tanda tanya besar. Publik mempertanyakan apakah Unsoed masih menjadi ruang aman bagi pengembangan intelektual, atau justru menjelma menjadi ruang bagi penyalahgunaan relasi kuasa.

Tuntutan Reformasi Total

Menjelang Pilrek, sejumlah elemen mahasiswa dan pengamat pendidikan mendorong adanya reformasi total di tubuh Unsoed. Mereka menilai pergantian pimpinan tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perbaikan sistemik.

Tuntutan yang mengemuka antara lain:

· Audit menyeluruh terhadap relasi kuasa dosen-mahasiswa
· Transparansi anggaran pasca polemik UKT
· Pemecatan permanen bagi pelaku kekerasan seksual tanpa pandang bulu, termasuk kepada oknum bergelar profesor

Senat Universitas kini berada di posisi yang menentukan. Publik menilai, langkah yang diambil dalam proses Pilrek akan menjadi ujian apakah kampus ini memilih jalur aman untuk menyelamatkan citra, atau jalur tegas untuk menyelamatkan masa depan mahasiswa.

Kabut Suksesi: Siapa Nakhoda Berikutnya?

Masa jabatan Rektor Unsoed saat ini, Prof. Akhmad Sodiq, akan berakhir pada tahun 2026. Pertanyaan mengenai sosok pengganti menjadi isu yang mendesak.

Publik menuntut pemimpin yang tidak hanya memiliki kredibilitas akademik, tetapi juga keberanian politik untuk membersihkan sisa-sisa “birokrasi pelindung” yang diduga masih bercokol di lingkungan kampus. Pemilihan Rektor 2026 dinilai bukan sekadar suksesi rutin, melainkan upaya penyelamatan marwah Unsoed.

Integritas Pimpinan di Ujung Tanduk

Integritas pimpinan universitas juga menjadi sorotan. Ketegasan dalam menangani kasus kekerasan seksual oknum guru besar menjadi ujian terakhir bagi kepemimpinan rektorat.

“Integritas tidak bisa diwakili oleh sekadar surat penonaktifan sementara. Jika rektor tidak berani mendorong pemecatan tidak hormat dan transparansi penuh, maka integritas kepemimpinannya dianggap gugur,” tegas salah satu aktivis yang tergabung dalam Aksi Reboan di depan Patung Jenderal Soedirman, beberapa waktu lalu.

Kritik tajam mengarah pada lambatnya respons birokrasi yang dinilai lebih memprioritaskan “nama baik institusi” ketimbang keadilan bagi penyintas.

Di penghujung masa kepemimpinan, publik menanti apakah universitas yang menyandang nama besar Panglima Besar Jenderal Soedirman ini akan kembali pada khittahnya sebagai institusi pejuang yang menjunjung tinggi moralitas, atau justru membiarkan integritasnya luluh lantak oleh ego sektoral dan birokrasi yang tumpul.

Rakyat Banyumas dan Indonesia menanti: mampukah Unsoed kembali menjadi ‘monumen hidup’ yang bersih, aman, dan berpihak pada kebenaran?

Rencananya, hari ini Masyarakat Peduli Kampus akan menggelar aksi “Save Unsoed” di depan Rektorat Unsoed depan Patung Jensoed pada pukul 11.00-11.30 WIB.

Angga Saputra 

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

GEBRAK RI, PWI, dan IJTI Ajukan Amicus Curiae untuk Tiga Terdakwa Tambang Ilegal Pancurendang

Selanjutnya

Aksi Tunggal “Save Unsoed”, Aktivis Tutup Mulut sebagai Simbol Kritik

TERBARU

Kuasa Hukum Terdakwa Tambang Ajibarang Ancam Laporkan Presiden Jika Tak Dinyatakan Bebas

Kuasa Hukum Terdakwa Tambang Ajibarang Ancam Laporkan Presiden Jika Tak Dinyatakan Bebas

Rabu, 1 April 2026

Aksi Tunggal “Save Unsoed”, Aktivis Tutup Mulut sebagai Simbol Kritik

Aksi Tunggal “Save Unsoed”, Aktivis Tutup Mulut sebagai Simbol Kritik

Rabu, 1 April 2026

Jelang Pilrek Unsoed, Curhatan Warga soal “Kartu Ormas” dan Rentetan Skandal yang Membelit Kampus

Jelang Pilrek Unsoed, Curhatan Warga soal “Kartu Ormas” dan Rentetan Skandal yang Membelit Kampus

Rabu, 1 April 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya
Aksi Tunggal “Save Unsoed”, Aktivis Tutup Mulut sebagai Simbol Kritik

Aksi Tunggal “Save Unsoed”, Aktivis Tutup Mulut sebagai Simbol Kritik

Kuasa Hukum Terdakwa Tambang Ajibarang Ancam Laporkan Presiden Jika Tak Dinyatakan Bebas

Kuasa Hukum Terdakwa Tambang Ajibarang Ancam Laporkan Presiden Jika Tak Dinyatakan Bebas

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com