CILACAP – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan survivor yang hilang di aliran Sungai Tajum, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, setelah tiga hari melakukan pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Serayu, Kabupaten Cilacap, Rabu (18/03/2026).
Kepala Kantor SAR Cilacap Dr. M. Abdullah, S.H., M.H melalui Kepala Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto menjelaskan bahwa pencarian hari ketiga diperluas hingga ke Sungai Serayu. Tim SAR membagi personel menjadi tiga Satuan Respon Unit (SRU) untuk menyisir area pencarian.
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan dua unit LCR (Rubber Boat) ke arah hilir sejauh 20,5 km dari lokasi kejadian perkara (LKP). Sementara SRU 2 menyisir menggunakan rafting boat sejauh 1,4 km, dan SRU 3 melakukan pemantauan udara menggunakan Drone Thermal.
Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB setelah tim mendapat informasi dari warga yang melihat sesosok jenazah mengambang di perairan Sungai Serayu.
“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi survivor pada koordinat 7°40’09.6″S 109°07’26.4″E atau sekitar 48 km dari LKP dalam kondisi meninggal dunia,” demikian tertulis dalam rilis resmi BASARNAS, Rabu (18/03/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin (16/03) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Sunaryo (L/60), warga Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, tengah pulang dari mencari rumput di area sawah.
Saat melewati pematang sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai hingga tenggelam. Saksi mata, Bpk. Ramidi, langsung melaporkan kejadian tersebut ke BPBD Banyumas yang kemudian diteruskan ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas.
Operasi SAR Ditutup
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, tim SAR mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim penghujan seperti sekarang. (Angga Saputra)








