FOKUS UTAMA – Sebanyak tujuh pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dibawa ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Jumat (13/3/2026) malam.
Sebelumnya, Syamsul bersama 26 pejabat Pemkab Cilacap diperiksa secara intensif di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah Kabupaten Cilacap.
Syamsul tiba di Mapolresta Banyumas sekitar pukul 16.15 WIB menggunakan sebuah bus, bukan kendaraan dinas maupun mobil pribadi. Ia tidak datang sendirian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bupati diamankan bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.
“Ada sejumlah orang di dalam bus tersebut,” ujar seorang anggota polisi di Mapolresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya.
Selain bus utama, rombongan tim penyidik KPK juga terlihat menggunakan beberapa unit mobil kecil yang masuk ke area markas kepolisian tersebut.
Syamsul dan rombongan menjalani pemeriksaan awal hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah pemeriksaan selesai, Syamsul terlihat keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
Ia tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu sejak sore. Syamsul langsung masuk ke mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam bernomor polisi F 1203 GBK sebelum dibawa menuju Jakarta menggunakan transportasi kereta api.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK. Sementara sekitar 20 pejabat lainnya diperbolehkan kembali ke Cilacap menggunakan mobil pribadi dan bus pariwisata.
Puluhan Pejabat Pemkab Cilacap Ikut Diperiksa
Dalam operasi senyap tersebut, KPK juga memeriksa sedikitnya 26 pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Sanika Satyawada Polresta Banyumas. Para pejabat yang diperiksa disebut berasal dari hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk asisten daerah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono.
“Setahu saya hampir seluruh OPD, termasuk asisten dan Sekda,” ujar seorang sumber yang mengaku sebagai sopir salah satu kepala OPD yang turut diperiksa.
Sadmoko sempat terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB. Namun ia memilih tidak memberikan komentar kepada awak media yang telah menunggu di lokasi.
Suasana di area pemeriksaan terlihat cukup tertutup. Hingga sekitar pukul 20.45 WIB, belum ada pejabat lain yang terlihat keluar dari gedung berlantai tiga tersebut, sementara puluhan wartawan masih menunggu perkembangan informasi di lokasi.
Kantor Sekda Cilacap Disegel KPK

Operasi tangkap tangan tersebut juga diikuti dengan penyegelan sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab Cilacap. Salah satunya adalah ruang kerja Sekretaris Daerah di kantor Setda Cilacap.
Pita penyegelan berwarna putih bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK – Jumat, 13 Maret 2026” terlihat terpasang di pintu ruang kerja tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan OTT dilakukan saat sejumlah pejabat tengah menggelar rapat di area Setda.
KPK Benarkan OTT di Jawa Tengah
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga antirasuah di wilayah Jawa Tengah. Ia juga mengonfirmasi bahwa Bupati Cilacap termasuk pihak yang diamankan.
“Benar,” kata Fitroh singkat saat dikonfirmasi.
Meski demikian, KPK belum merinci lebih jauh terkait kronologi operasi, barang bukti yang diamankan, maupun pasal yang disangkakan. Lembaga antirasuah tersebut menyatakan masih melakukan pemeriksaan dan akan menyampaikan informasi resmi dalam waktu dekat. (Angga Saputra)







