PURWOKERTO – Komunitas seni lokal kembali mewarnai dunia perfilman. Sanggar Seni Samudra tercatat sebagai salah satu kelompok paling dominan dalam produksi film Landasan, dengan lebih dari 20 anggotanya tampil sebagai aktor maupun figuran.
Pembina Sanggar Seni Samudra, Yoga Bagus Wicaksana, menyebut hampir 80 persen anggota sanggar ikut ambil bagian. Dari jumlah itu, enam orang memegang peran sentral, di antaranya Setyo sebagai Pak Sabar, Jayeng dan Yudi sebagai warga, Yoga sendiri sebagai perangkat desa, serta Tarno dan Edhon sebagai tokoh masyarakat.
Berpengalaman di Dunia Film
Yoga menegaskan keterlibatan besar sanggar bukan kebetulan. Sanggar Samudra rutin berlatih teater sehingga terbiasa dengan seni peran. Bahkan, beberapa anggota sudah berpengalaman di film layar lebar sebelum sanggar resmi berdiri.
Mereka pernah terlibat dalam film Sang Penari (2010), Tarian Lengger Maut, hingga Kuyang yang syutingnya dilakukan di Bangka Belitung, serta berbagai FTV.
Antusiasme Masyarakat
Proses produksi Landasan mendapat respons besar dari warga. Banyak yang penasaran dengan proses casting hingga syuting. Menangkap antusiasme itu, Sanggar Samudra berencana membuka kelas akting khusus film bagi masyarakat yang ingin belajar seni peran di depan kamera.
Yoga berharap kelas akting ini menjadi wadah generasi muda Purwokerto dan Banyumas untuk mengembangkan bakat sekaligus membuka peluang lebih luas di industri film nasional. (Angga Saputra)







