PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan tujuh perguruan tinggi di Purwokerto, Jumat (6/3/2026). Agenda yang berlangsung di Pendopo Sipanji ini bertujuan memperluas literasi demokrasi hingga ke kampus dan masyarakat luas.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua KPU Banyumas Rofingatun Khasanah bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono serta pimpinan perguruan tinggi. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan kampus.
“Kami ingin membangun sinergi yang kuat antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan akademisi. Harapannya, pendidikan demokrasi tidak hanya berhenti pada teori, tapi juga praktik yang melibatkan generasi muda,” ujar Rofingatun dalam sambutannya.
Tujuh perguruan tinggi yang ikut serta dalam kerja sama ini meliputi:
· UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
· Universitas Muhammadiyah Purwokerto
· Universitas Wijayakusuma Purwokerto
· Universitas Amikom Purwokerto
· Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
· STIKOM Yos Sudarso Purwokerto
· Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Selain kampus, sebanyak 11 OPD juga terlibat, antara lain Dinas Pendidikan, Dispendukcapil, Bakesbangpol, Bappeda, Diskominfo, dan Dinas Kesehatan.
Bupati Sadewo Tri Lastiono menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, penguatan demokrasi harus dimulai dari tingkat akar rumput, termasuk melalui dunia pendidikan dan layanan publik.
“Pemkab siap mendukung penuh program-program yang meningkatkan partisipasi masyarakat. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas demokrasi di Banyumas,” tegasnya.
Lewat kerja sama ini, berbagai program direncanakan akan digulirkan, seperti pendidikan pemilih bagi pemula, pelatihan literasi digital, hingga riset bersama terkait isu-isu kepemiluan.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai simbol mempererat tali silaturahmi antarlembaga. Suasana hangat terlihat saat para pejabat dan akademisi duduk satu meja, berbagi cerita dan komitmen untuk masa depan demokrasi yang lebih partisipatif. (Angga Saputra)









