PURWOKERTO – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan diwujudkan oleh Pimpinan Komisaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama FDLK Kusi Ar Razi. Mereka menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Amalia Ramadhan ini tak hanya sekadar berbagi, tetapi juga dirangkai dengan penyuluhan kesehatan dan motivasi untuk anak-anak panti.
Sesi inspiratif menjadi pembuka acara dengan menghadirkan dr. Abdul Hakam, Sp.PD (FINASIM), yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang. Di hadapan anak-anak, ia berbagi kisahnya sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh di pesantren. Ia menekankan bahwa disiplin ibadah, seperti menjaga shalat fardhu dan tidak meninggalkan shalat malam, adalah kunci utama dalam meraih mimpi.
“Dengan niat kuat dan doa, tidak ada yang tidak mungkin. Saya buktikan bisa kuliah kedokteran dan mendapatkan amanah seperti sekarang,” ujarnya penuh semangat.
Tak hanya motivasi spiritual, anak-anak panti juga dibekali pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh dr. Titik K., M.Biomed., M.Pd. Dalam materinya, ia mengajak anak-anak untuk peduli pada kebersihan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
“Kebiasaan hidup bersih harus dimulai dari diri sendiri dan didukung lingkungan sekitar, termasuk para pengasuh panti,” pesan dosen pembimbing IMM dan FDLK tersebut.
Sebagai bentuk dukungan nyata, para mahasiswa dan dosen menyerahkan program “Nine Golden Habits” berupa donasi dan bantuan barang untuk menunjang kebutuhan PHBS di panti asuhan.
Ketua IMM FK UMP, Jahfal, mengapresiasi antusiasme seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan ini tak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa empati dan kepedulian sosial para calon dokter.
“Semoga ini menjadi ladang amal dan syiar dakwah, serta membentuk karakter mahasiswa kedokteran yang peka terhadap lingkungan,” tutupnya. (Angga Saputra)








