BANYUMAS — Bencana angin puting beliung melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (16/1/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga roboh, sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan tercatat cukup luas. Camat Sumbang, Hermawan Novianto, menjelaskan angin kencang terjadi sekitar pukul 17.15 WIB dan berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit, disertai hujan deras.
“Dampak paling parah berada di RW 03 dan RW 05. Kerusakan meliputi atap rumah hingga bangunan roboh total,” ujar Hermawan, Jumat malam.
Data Kerusakan dan Warga Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara, wilayah terdampak meliputi dua RW, yakni RW 03 dan RW 05.
Di RW 03, tercatat sebanyak 156 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di enam RT. Rinciannya, RT 04 sebanyak 43 KK, RT 05 sebanyak 35 KK, RT 02 dan RT 03 masing-masing 29 KK, RT 11 sebanyak 17 KK, serta RT 01 sebanyak 3 KK. Tiga rumah di wilayah ini dilaporkan roboh total.
Sementara di RW 05, terdapat 13 KK terdampak yang berada di RT 01 dan RT 07. Sebanyak sembilan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian atap.
Salah satu warga terdampak, Yatin, warga RT 05 RW 03, mengaku rumahnya mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan angin.
“Warga yang rumahnya rusak berat sementara mengungsi ke rumah saudara atau tetangga terdekat yang dinilai aman,” kata Hermawan.
Penanganan dan Asesmen BPBD
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Dwi Hirawan, mengatakan jumlah rumah terdampak masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring asesmen lanjutan di lapangan.
“Untuk pendataan sementara, rumah rusak ringan hingga sedang sekitar 165 unit, sedangkan yang rusak berat ada empat rumah. Hari ini kami melakukan asesmen dari rumah ke rumah untuk memvalidkan data,” jelas Dwi.
Ia menambahkan, hingga saat ini nilai kerugian akibat bencana tersebut belum dapat ditentukan karena proses pendataan masih berlangsung.
Selain itu, aliran listrik di sejumlah titik sempat dipadamkan sementara guna menghindari potensi bahaya akibat kabel yang rusak atau terkelupas.
“Pemadaman dilakukan sebagai langkah antisipasi keselamatan warga,” imbuhnya.

Wilayah Rawan Angin Kencang
Dwi Hirawan juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Sumbang merupakan salah satu wilayah rawan angin kencang dan puting beliung di Kabupaten Banyumas.
“Fenomena angin puting beliung memang relatif sering terjadi di Kecamatan Sumbang. Wilayah ini termasuk titik rawan bencana angin kencang yang harus terus diantisipasi,” ujarnya.
Rencana perbaikan massal rumah warga dijadwalkan akan dimulai pada Sabtu (17/1/2026), dengan fokus awal pada perbaikan atap rumah agar warga dapat segera kembali menempati hunian mereka. Pemerintah daerah bersama relawan dan masyarakat setempat terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan serta penyaluran bantuan logistik dan material bangunan. (Angga Saputra)










