BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat langkah menuju smart city dengan melakukan evaluasi terhadap berbagai aplikasi layanan publik. Dalam Rapat Koordinasi Penguatan Smart City bertema Evaluasi Aplikasi, Kamis (18/12/2025) di Aula Dinkominfo Banyumas, Bupati Sadewo Tri Lastiono menekankan pentingnya konsolidasi aplikasi agar lebih sederhana dan terintegrasi.
Sadewo mendorong setiap perangkat daerah cukup memiliki satu aplikasi utama yang benar-benar digunakan, berfungsi kuat, dan terhubung dengan sistem lainnya. “Smart city tidak diukur dari banyaknya aplikasi, melainkan dari bagaimana aplikasi tersebut benar-benar digunakan, saling terhubung, mudah diakses, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui aplikasi yang efektif, yang perlu diperkuat, serta yang tumpang tindih atau belum dimanfaatkan optimal. “Tujuan akhirnya adalah menghadirkan layanan publik yang sederhana, cepat, dan bermanfaat,” tegasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyumas, Budi Nugroho, menyampaikan bahwa Banyumas sejak 2019 menjadi salah satu pilot project Gerakan Menuju 100 Smart City. Saat ini, Banyumas tengah menyusun masterplan Smart City 2025–2029.
Menurutnya, smart city bukan sekadar teknologi, melainkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik, percepatan birokrasi, pengambilan keputusan berbasis data, serta efisiensi anggaran melalui integrasi sistem.
“Kami akan menindaklanjuti hasil evaluasi dengan konsolidasi aplikasi yang tidak berjalan optimal,” jelasnya. (Angga Saputra)








