INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Darurat Ekonomi: RUU Perekonomian Nasional Jadi Batu Uji Kedaulatan Bangsa

Darurat Ekonomi: RUU Perekonomian Nasional Jadi Batu Uji Kedaulatan Bangsa

Forum Group Discussion (FGD) bertema "Darurat Kedaulatan Ekonomi Indonesia” di Hotel Sotis, Jakarta, akhir pekan kemarin. (istimewa)

Selasa, 4 November 2025

NASIONAL – Nusantara Centre bersama sponsor utama PT Genta Niaga Wijaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Darurat Kedaulatan Ekonomi Indonesia” di Hotel Sotis, Jakarta, akhir pekan kemarin. Diskusi ini membahas urgensi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perekonomian Nasional sebagai tonggak baru arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah ekonom dan pemikir nasional, di antaranya Gde Siriana Yusuf, Hatta Taliwang, Agus Rizal, Yaya Sunaryo, As’yari, Dedi Setiadi, SN, Andi Syahputra, Firdaus, Syuryani, Hasyim, Yudhie Haryono, dan Pratama.

Seruan Rekonstruksi Sistem Ekonomi

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ekonom senior SN menegaskan bahwa perekonomian nasional harus berpijak pada ideologi negara dan konstitusi, bukan semata mengikuti arus pasar global. Ia menyebut RUU ini sebagai instrumen transisi penguasaan sumber daya alam dari swasta kembali ke negara secara bertahap dan adil.

“Negara menjadi kuat bukan hanya karena kaya, tetapi karena sistem ekonominya inklusif terhadap seluruh warga negara,” ujar SN.

Ia juga menyoroti pentingnya arah pembangunan jangka panjang seperti GBHN agar kebijakan ekonomi tidak berubah setiap pergantian pemerintahan. Menurutnya, politik boleh tersentralisasi, namun ekonomi harus didesentralisasikan agar daerah memiliki kemandirian.

Kritik terhadap Draf RUU

Andi Syahputra menyoroti aspek teknis dan kebahasaan dalam draf RUU yang dinilai terlalu sarat istilah asing dan belum jelas dalam mekanisme penegakan hukum. Ia juga mengkritik absennya peran eksplisit warga negara dalam struktur pelaku ekonomi.

“RUU ini hanya menyebut BUMN, koperasi, dan swasta, tanpa menyebut warga negara sebagai aktor ekonomi,” ujarnya.

Para peserta FGD sepakat bahwa RUU ini merupakan momentum strategis untuk menentukan arah ekonomi Indonesia: menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri, atau tetap menjadi pasar bagi kekuatan global.

Konsep “Indonesia Incorporated” turut diusulkan, di mana negara tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai aktor ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan modal besar.

Hatta Taliwang menekankan pentingnya mengembalikan fungsi Sovereign Wealth Fund (SWF) sebagai pelindung kekayaan negara dan generasi mendatang. Ia juga menuntut agar koperasi diberi ruang operasional nyata sebagai soko guru perekonomian nasional.

“Koperasi jangan hanya menjadi ornamen, tapi harus diberi peran strategis,” tegasnya.

Lima Pilar Transformasi Ekonomi

RUU ini dirancang berlandaskan lima pilar utama: rekonstitusi, restrukturalisasi, redistribusi, rekapitalisasi, dan reindustrialisasi. Jika dijalankan dengan presisi, para peserta yakin Indonesia dapat mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.

Pemerintah menargetkan penyelesaian versi akhir RUU pada akhir November 2025, dengan Setneg dan Bappenas sebagai panitia bersama.

Penutup dengan Optimisme

FGD ditutup dengan semangat optimisme dan kesepahaman bahwa meski masih perlu penyempurnaan, RUU Perekonomian Nasional harus segera dirampungkan dan disahkan. Para peserta menegaskan bahwa regulasi ini bukan sekadar produk hukum, melainkan langkah strategis menuju kemerdekaan, kedaulatan, dan kemartabatan ekonomi Indonesia.

“Tanpa target besar itu, bangsa ini bisa terjebak dalam pesimisme dan kehilangan daya hidupnya,” pungkas Agus Rizal, Direktur Nusantara Centre. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

BPKB Digelapkan, Sopir Perempuan asal Karanglewas Minta Perlindungan Hukum ke Peradi SAI Purwokerto

Selanjutnya

Kejari Banyumas, Unsoed, dan Yayasan Tribhata Kolaborasi Wujudkan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Ketika Nada Terakhir Berhenti, Resonansi Tak Pernah Padam

Ketika Nada Terakhir Berhenti, Resonansi Tak Pernah Padam

Minggu, 8 Maret 2026

Wujudkan Kenyamanan Peziarah, Ke’BO Kokohkan Tangga Makam dengan Handrail

Wujudkan Kenyamanan Peziarah, Ke’BO Kokohkan Tangga Makam dengan Handrail

Minggu, 8 Maret 2026

Bermain Air di Muara Luk Ulo, Bocah SD di Kebumen Hilang Terseret Arus

Hari Kedua Pencarian Anak Tenggelam di Muara Luk Ulo Masih Nihil

Sabtu, 7 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya
Kejari Banyumas, Unsoed, dan Yayasan Tribhata Kolaborasi Wujudkan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

Kejari Banyumas, Unsoed, dan Yayasan Tribhata Kolaborasi Wujudkan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

MUI Banyumas Dorong Dakwah Digital: Gen Z Jadi Motor Komunikasi Interaktif

MUI Banyumas Dorong Dakwah Digital: Gen Z Jadi Motor Komunikasi Interaktif

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com