INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

PDIP Belum Berani Pecat Jokowi dan Kurang Serius Usung Hak Angket, Lukman Simandjuntak Soroti Pernyataan Hasto

Senin, 18 Maret 2024

Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pengusulan hak angket mengusut dugaan kecurangan pemilu disorot.

Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak membeberkan alasan kenapa PDIP tidak menarik menterinya dari Kabinet Indonesia Maju, mengajukan hak angket dengan serius, dan memecat Jokowi sebagai kader.

Ia merasa hal tersebut disebabkan karena Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto tersandera kasus Harun Masiku berdasarkan pengakuannya yang menyatakan bahwa kasus tersebut menyanderanya agar tidak mengkritisi soal pemilu.

“Kalimat ini artinya, Hasto mengakui kalau dia tersandera. Pantesan sampai dengan sekarang menteri-menteri PDIP tidak ditarik, hak angket setengah hati, bahkan Jokowi belum dipecat secara resmi sebagai anggota PDIP,” ujarnya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (18/3).

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan terdapat instrumen hukum yang menargetkan dirinya, yaitu kasus Harun Masiku.

Padahal pada persidangan ia terbukti tidak terlibat, namun terus diupayakan untuk dikaitkan dengannya agar tidak mengkritisi pemilu.

“Kasus Harun Masiku itu sebenarnya adalah upaya untuk mencari kelemahan-kelemahan saya sebagai Sekjen , dan di dalam upaya untuk menggunakan instrumen hukum di dalam menarget saya,” kata Hasto dikutip dari Liputan6 SCTV.

“Tapi itu diupayakan untuk mengunci saya agar tidak bersikap kritis terhadap pemilu. Untuk mengunci (betul), di pengadilan saya sudah jelaskan terkait hal terkait Harun Masiku dan tidak ditemukan suatu fakta yang berkaitan dengan saya,” sambungnya.

Ia merasa kasus Harun Masiku semakin dikaitkan dengan dirinya sejak mengkritisi kecurangan pemilu, Presiden Jokowi, dan mengkritisi partai politik (parpol) yang mendukung paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. (/fajar.co.id)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Aburizal Bakrie Mengamini Luhut: Golkar Jangan Mau Diatur Orang Luar

Selanjutnya

Fenomena Gangguan Mental Pasca Pesta Demokrasi?

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Pengusaha Nasional Harus Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi, Mukit Hendrayatno: Investasi Bukan Tujuan Akhir

Pengusaha Nasional Harus Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi, Mukit Hendrayatno: Investasi Bukan Tujuan Akhir

Kamis, 6 Agustus 2026

Kreasi Lampu Hias “Jipang Menyala” Bikin Desa Berkilau, Total Hadiah Rp50 Juta!

Kreasi Lampu Hias “Jipang Menyala” Bikin Desa Berkilau, Total Hadiah Rp50 Juta!

Rabu, 5 Agustus 2026

BPJS Kesehatan Hadirkan AMAN JKN di MPP, Layanan Administrasi Kini Bisa Diakses Mandiri & Praktis

BPJS Kesehatan Hadirkan AMAN JKN di MPP, Layanan Administrasi Kini Bisa Diakses Mandiri & Praktis

Rabu, 5 Agustus 2026

Selanjutnya

Fenomena Gangguan Mental Pasca Pesta Demokrasi?

Sadewo Dinilai Paling Siap Menjadi Cabup PDI-P

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com