INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Peringati Hari Jadi Banyumas ke 453, Budayawab NasSirun PurwOkartun Ajak Para Guru Mengenal Sejarah dan Keteladanan Leluhurnya

Jumat, 23 Februari 2024

BANYUMAS, indiebanyumas.com– Budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun menyatakan momentun hari jadi Banyumas ke-453 yang diperingati setiap tanggal 22 Februari semestibya bisa dijadikan momentum untuk kembali mempelajari sejarah Banyumas. Salah satunya dengan membaca kembali naskah-naskah Babad Banyumas.

Menurut NasSirun, hal itu penting untuk kepentingan bersama untuk menjaga sejarah Banyumas dari sumber aslinya, jangan sampai membaca sejarah dari sumber yang tidak jelas dasarnya.

“Kepentingan saya adalah mengajak para guru yang hadir pada hari ini mengenal Babad Banyumas sebagai sumber sejarah Banyumas. Bukan hanya mempelajari an sich sejarahnya saja. Saya ingin orang Banyumas kembali menjadi manusia yang berkarakter khas Banyumas,” ujar NasSirun dalam Bahas Babad Banyumas di Bale Babad Banyumas, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2024).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ia mengatakan bahwa pembentukan karakter manusia Banyumas role modelnya sudah ada.

“Misalkan kita mengambil salah satu tokoh dari Babad Banyumas, yakni Raden Baribin, sifat dari karakter manusia yang bisa dibentuk sejak dini atau usia sekolah,” kata NasSirun.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Dia menjelaskan, Raden Baribin merupakan sosok yang terusir dari Majapahit akan tetapi dia berjuang keras untuk tidak mengutuk nasibnya atas kemalangannya karena terusir dari kerajaan tapi justru dia bisa bangkit dari keterpurukan itu. Semangat bangkit dari keterpurukan, tidak mudah menyerah dan tidak mudah kalah itu salah satu poin karakter manusia Banyumas untuk meniru leluhurnya, dan masih banyak lagi contoh-contoh keteladanan dan nilai nilai manusia Banyumas lainnya.

“Saya tergerak untuk menyelamatkan naskah yang selama ratusan tahun tidak pernah terbaca. Tidak terbaca karena memang pertama naskah tersebut sulit ditemukan, di Dinas Arsip Daerah tidak ada naskahnya, yang ada hanya pada para kolektor dan itupun sulit diakses oleh masyarakat umum,” ujarnya.

NasSirun menilai sepertinya pemerintah daerah belum tergerak untuk mengumpulkan naskah Babad Banyumas yang sangat kaya jumlah dan variannya.

“Dengan naskah ini menandakan bahwa leluhur orang orang Banyumas itu intelek dan juga melek literasi,” imbuhnya.

“Saya ingin mewariskan semangat literasi ini, tetapi kenapa hari ini kita malah tidak membaca jejak jejak kekayaan intelektual para leluhur kita,” ucapnya.

Ditegaskan dia, persoalan selanjutnya yaitu belum adanya titik temu bahwa hal ini penting dan belum banyak pihak yang mau menyelamatkan naskah Babad Banyumas untuk mengetahui sejarah masa lalu Banyumas.

“Bagi saya Babad Banyumas itu sama halnya dengan biografi, kalau kita ingin mengetahui seorang tokoh maka baca biografinya, begitu pula kalau kita ingin mengetahui sebuah wilayah maka kita baca sejarahnya. Sejarah wilayah itu dimulai dari naskah tradisional yang disebut babad,” terangnya.

Belanda saat menjajah Banyumas itu salah satunya harus mengetahui masa lalu Banyumas baik sejarahnya, budayanya, sosialnya dan kita lupa ternyata itu penting menghidupkan dan memajukan Banyumas berdasarkan kajian naskah Babad.

“Saya khawatir akan hilang karena sekarang ini naskah yang saya kumpulkan hanya copy an saja, sementara naskah asli yang dimiliki oleh pihak keluarga hampir semuanya hilang karena beberapa kasus warisan yang disimpan dirumah (kejadian nyata) ketika penyimpan naskah itu diwariskan kepada keturunannya lalu keturunannya menjual tanah dan rumahnya, naskah naskah itu dianggap sampah sampah yang tidak berguna karena tidak paham,” kata NasSirun.

Jadi, imbuhnya, foto-foto dan naskah naskah lama Banyumas dibuang begitu saja, harta yang berbentuk tulisan tersebut luput untuk diselamatkan.

“Saya mempunyai 2 orang guru yang concern terhadap sejarah Banyumas ini, yang pertama dr. Soedarmadji beliau adalah orang yang sangat concern untuk menyelamatkan naskah naskah. Beliau mampu mengkomparasikan antar naskah -naskah tersebut namun sayangnya tidak ditulis dan dibukukan, tapi koleksi naskahnya luar biasa,” ungkapnya.

Kedua, katanya lagi, Prof. Dr. Sugeng Priyadi, beliau menjadikan naskah -naskah tersebut sebagai bahan kajian sehingga beliau dinobatkan sebagai guru besar karena menjadikan Banyumas sebagai bahan kajian.

“Sedangkan saya menjadi pihak ketiganya, di level menjadikan bacaan orang awam yang ingin tahu sejarah Babad Banyumas dengan bahasa yang sangat sederhana,” katanya.

NasSirun kemudian bercerita, ia selalu bilang kepada generasi milenial bahwa mengetahui masa lalu tanah kelahiran itu adalah seperti mengenang orang tua kita bahkan jati diri kita. Jadi ketika kita tidak mengenal siapa jati diri kita seperti orang hilang ingatan masa lalunya. Karena orang yang hilang ingatan tidak punya masa lalu dan masa depan.

“Kemampuan saya hanya melakukan membahasakan naskah-naskah tersebut yang awalnya tidak bisa dibaca menjadi bisa dibaca, naskah yang tidak bersuara menjadi bersuara. Oleh itu sudah tidak ada alasan lagi kita tidak bisa baca sejarah karena tertulis dalam huruf jawa, dibentuk dalam muwashofat yang sudah ada bahasa indonesianya, tinggal generasi milenial wahanakan,” pungkasnya.

Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pertamakali Dalam Sejarah, Perempuan Ikuti Festival Telanjang di Sebuah Kuil di Jepang

Selanjutnya

BATUR: Jantung Peradaban Air Bali

TERBARU

AHY Diduga Curi Perhiasan Majikan, Polisi Amankan Barang Bukti

AHY Diduga Curi Perhiasan Majikan, Polisi Amankan Barang Bukti

Minggu, 15 Februari 2026

Save Slamet Luncurkan Peta Interaktif Pantau Kerusakan Hutan

Save Slamet Luncurkan Peta Interaktif Pantau Kerusakan Hutan

Minggu, 15 Februari 2026

Imlek 2026, Penumpuk Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Melonjak 52 Persen

Imlek 2026, Penumpuk Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Melonjak 52 Persen

Minggu, 15 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

BATUR: Jantung Peradaban Air Bali

Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Tekan Harga Beras, Apa Saja?

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com