INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Maraknya “Pamong Praja” di Purbalingga Picu Perceraian

Selasa, 18 Januari 2022

PEMBICARA: Bupati saat menyampaikan materi dalam workshop. (ADITYA/RADARMAS)

PURBALINGGA – Istilah “Papa Momong Mama Kerja” atau familiar disebut “Pamong Praja“, menjadi permasalahan serius yang memicu tingginya angka perceraian di Kabupaten Purbalingga.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Hal itu, diungkapkan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat menjadi keynote speaker pada acara, workshop Kunci Komunikasi Keluarga Yang Efektif Dengan Pendekatan Neurodominance, di ballroom Braling Grand Hotel, Minggu (16/1)).

“Ini adalah permasalahan riil yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Purbalingga. Bahkan tidak jarang istilah Pamong Praja ini menimbulkan permasalahan didalam keluarga. Salah satunya perceraian, dimana yang mengajukan gugatan cerai justru dari kaum perempuan, karena merasa bisa bekerja dan suami tidak bekerja,” katanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Dia menambahkan, banyaknya kasus perceraian disinyalir menjadi sabagai dampak negatif dari banyaknya perusahaan-perusahaan di Purbalingga. Sebab, diketahui Perusahaan kebanyakan merekrut kaum perempuan dan minim merekrut kaum laki-laki.

“Sebagai dampak dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang merekrut banyak tenaga kerja, utamanya wanita. Menjadikan kaum laki-laki tidak kebagian pekerjaan (pengangguran), sehingga di Purbalingga muncul kiasan Pamong Praja,” tambahnya.

Dia menilai, permasalahan degradasi moral dan tingginya angka perceraian di Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu alasan penting workshop eklusif Kunci Komunikasi Keluarga ini diselenggarakan. Pasalnya segala sesuatu berawal dari lingkungan terkecil yakni keluarga.

“Keluarga merupakan kelompok social yang terkecil, yang memiliki peranan yang sangat besar. Pembangunan keluarga merupakan pilar pertama dan utama dalam pembangunan nasional. Pembangunan Nasional dimulai dari lingkungan keluarga,” jelasnya. (tya)

 

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Kecelakaan di Rembang Purbalingga, Grand Max Rusak Parah Usai Tabrak Tiang Listrik

Selanjutnya

E-Kinerja ASN Pemkab Purbalingga – Catatan Harian Kinerja Pegawai Diterapkan Tahun Ini

TERBARU

Rekor Baru, Penumpang Daop 5 Purwokerto Tembus 36 Ribu per Hari

Rekor Baru, Penumpang Daop 5 Purwokerto Tembus 36 Ribu per Hari

Kamis, 26 Maret 2026

KKN HUTAN KITA

TEMAN MASA KECIL

Kamis, 26 Maret 2026

Luapan Bendungan Cisadap, 7.536 KK Terdampak Banjir di Ketanggungan Brebes

Luapan Bendungan Cisadap, 7.536 KK Terdampak Banjir di Ketanggungan Brebes

Kamis, 26 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

E-Kinerja ASN Pemkab Purbalingga - Catatan Harian Kinerja Pegawai Diterapkan Tahun Ini

Tiga Destinasi Wisata di Cilacap Segera Dikelola

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com