Purwokerto – Jelang tahun baru 2022 harga telur ayam di Kabupaten Banyumas terus mengalami kenaikan. Salah seorang pedagang telur di Pasar Sokaraja Banyumas, Yuniati mengatakan saat ini dirinya menjual telur dengan harga Rp 33 ribu per kilogram. Bahkan sebelumnya sempat mencapai Rp 35 ribu.
“Sekarang Rp 33 ribu per kilo, karena dari sana belinya sudah mahal. Dari sana belinya berapa ya paling saya ambil untung sedikit,” katanya.
Kenaikan harga telur terjadi secara bertahap sejak satu minggu sebelum natal 2021.
“Dari natal kurang satu mingguan. Dulu masih Rp 22-23 ribu, bertahap naiknya. Karena kan kebutuhan jadi tetap beli,” ujar Yuni.
Selain telur, harga kebutuhan lainya juga merangkak naik seperti cabai.
Salah seorang pedagang cabai yang enggan disebutkan namanya mengaku menjual cabai seharga Rp 75 ribu.
“Sekarang jual Rp 75 ribu. Kenaikan sudah lama, 20 harian ada,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Banyumas Ahmad Husein mengatakan pihaknya masih memantau kenaikan harga tersebut. Jika nanti kenaikan kebutuhan pokok itu sudah berada harga yang terlalu tinggi pemerintah daerah akan segera melakukan intervensi dengan menggelar operasi pasar.
“Yang naik daging, telur, biasa kebutuhan pokok begitu menjelang tahun baru. Ini ada instruksi dari provinsi kalau harganya sudah di level dimana kita harus intervensi ya kami intervensi, operasi pasar,” tandasnya. (YN)






