PURWOKERTO – Dinkes Banyumas bergerak cepat mengirimkan sample air minum Reverse Osmosis (RO), yang mengakibatkan puluhan santriwati satu ponpes di Kebokura mengeluhkan mual, diare dan muntah.
Kepala Labkesda Banyumas Aris Budianto SKM, membenarkan sample air minum RO terkait dugaan keracunan di satu ponpes wilayah Kebokura sudah dikirimkan ke Labkesda Banyumas pada Jumat (17/12).
“Iya sudah. Sampel sudah dikirim Jumat (17/12),” katanya kepada Radarmas, Minggu (19/12).
Aris menjelaskan, uji lab yang dilakukan terhadap sampel yang dikirim hanya untuk uji bakteriologi. Uji fisik dan kimia bakteriologi yang memakan waktu lama karena harus ada penanaman media tidak dilakukan.
“Ada empat sampel yang dikirim. Keluar hasil uji paling cepat 5 hari,” terang dia.
Diungkapkan, fasilitas dari Labkesda Banyumas tidak kalah dengan lab-lab kesehatan swasta yang ada di Banyumas. Justru tarif yang ditawarkan bisa lebih efisien.
Dengan alat milik pemerintah yang lengkap dan SDM memadai, Labkesda Banyumas mampu melaksanakan berbagai uji lab salah satunya uji air bersih.
“Air minum RO selayaknya dilakukan uji lab secara rutin,” pungkas Aris. (yda)







