INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ribuan Industri Gula Coklat Sukrosa di Cilacap Tak Berizin

Rabu, 1 Desember 2021

Cilacap – Tingginya pertumbuhan industri gula coklat sukrosa, menjadi perhatian khusus Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Kabupaten Cilacap. Pasalnya, banyak unit usaha yang belum berizin dan memenuhi standar pengolahan pangan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Derah Cilacap Wasi Ariyadi mengatakan untuk menjaga masyarakat Cilacap dari bahan pangan berbahaya, salah satunya dengan cara melakukan monitoring pada tingkat pelaku industri.

“Meski jumlah temuannya berkurang, bahan pangan di pasar dan swalaya masih didominasi Rhodamin B dan Methyl Yellow serta Formalin. Selain itu, penggunaan bahan tambahan pada industri Gula Coklat Sukrosa juga perlu dimonitoring secara rutin,” kata Wasi, dalam Rapat Koordinasi Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) tahun 2021 di Gedung Sumekar PKK, Selasa (30/11).

Dia menjelaskan, industri gula coklat sukrosa ini bisa menjadi potensi berkembangnya UKM dan mendorong perekonomian di Cilacap. Namun, masalahnya masih banyak dari mereka yang belum memenuhi standar pengolahan pangan yang baik.

Sementara, Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap Susilan menjelaskan, dari 209 pelaku usaha gula coklat sukrosa di Cilacap dengan jumlah produksi mencapai 7.290,95 ton per bulan, baru dua yang sudah memiliki izin MD. Selebihnya belum berizin dan belum memenuhi standar baik dalam hal sanitasi hygiene, pengolahan limbah, hingga bahan baku.

“Kemudian, sanitasi hygiene 80 persen sangat buruk atau tidak memenuhi standar, 90 persen tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan sebagian limbah dibuang langsung ke sungai, tidak ada standar jelas untuk bahan baku, seperti penggunaan molase sebagai bahan baku di Gandrungmangu,” jelas Susilan.

Menurut Susilan, Dinas Pangan dan Perkebunan, Loka POM Banyumas, dan Satpol PP telah melakukan pembinaan di beberapa Kecamatan terkait usaha Gula Coklat Sukrosa.

“Bagi pelaku usaha yang belum memenuhi syarat, harus dilakukan pembinaan dari Dinas Perindustrian dan DLH. Yang sudah memiliki NIB akan menjadi kewenangan DPMPTSP dan OPD terkait,” ujarnya.

Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto menyampaikan, banyak pelaku usaha gula olahan yang menambahkan pengawet dan bahan tambahan lainnya melebihi batas minimum.
“Contohnya ada hasil laboratorium yang menunjukkan kadar Sulfit mencapai 4259,85 mg/kg dari yang seharusnya maksimal 40 mg/kg,” ungkap Suliyanto.

Suliyanto menjelaskan, industri yang baik adalah industri yang memiliki lingkungan yang bersih, memiliki pengolahan limbah, menggunakan alat yang aman dan hygiene. Perhatian TJKPD terhadap industri pangan sesuai dengan pentingnya pangan aman bagi masyarakat di Cilacap. Karena makanan yang tercemar baik oleh bakteri, bahan kimia hingga makanan yang tidak diolah dengan baik, dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

“Maka dari itu, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat harus mengawasi dan mengawal UMKM agar berkembang dan tetap terjaga keamanan pangannya. Hal ini demi memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat,” ucap Suliyanto.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Calon Kades di Banyumas Deklarasikan Pilkades Damai dan Taat Prokes

Selanjutnya

Mobil Terbakar di Tepi Jalan Raya Cilongok-Ajibarang, Begini Kronologinya

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Bantul: “Tak Bisa Dibenarkan”

Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Bantul: “Tak Bisa Dibenarkan”

Kamis, 28 Mei 2026

132 KA Melintas per Hari, KAI Tutup Perlintasan Liar di Cilacap demi Keselamatan

132 KA Melintas per Hari, KAI Tutup Perlintasan Liar di Cilacap demi Keselamatan

Kamis, 28 Mei 2026

Berpihak ke Pedagang, Bupati Banyumas Turunkan Tarif Retribusi Pasar hingga 53 Persen

Berpihak ke Pedagang, Bupati Banyumas Turunkan Tarif Retribusi Pasar hingga 53 Persen

Kamis, 28 Mei 2026

Selanjutnya

Mobil Terbakar di Tepi Jalan Raya Cilongok-Ajibarang, Begini Kronologinya

Kapal Pupuk Pusri Terbakar di Area 70 Teluk Penyu Cilacap, 21 ABK Selamat, 5 Lainnya Sedang Dievakuasi

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com