BANYUMAS – Klenteng Boen Tek Bio Banyumas mengadakan sembahyang rebutan atau King Ho Ping secara terbatas di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Sembahyang rebutan merupakan sembahyangan untuk arwah. Sembahyang rebutan ditandai dengan adanya sajian babi. Satu ekor babi utuh.
Humas Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, Sobita Nanda menerangkan, untuk tahun ini ada dua ekor babi utuh yang menjadi sajian di sebelah kanan kiri meja king ho ping.
Pada bulan tujuh atau bulan arwah umum. Khusus untuk di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas pada tanggal 1 Imlek bulan tujuh, sudah dilakukan sembahyangan buka pintu.
“Kita memohon pada penjaga akhirat agar mengizinkan para leluhur untuk bisa menikmati sajian di meja king ho ping, yang kita sajikan hari ini (kemarin, red),” kata Sobita, Senin (6/9).
Dikatakan, secara khusus kemarin sore sudah dilakukan sembahyang buka pintu. Permisi kepada Tuhan dan yang mbaurekso. Permisi kepada penjaga akhirat untuk melaksanakan sembahyang rebutan.
“Semoga para leluhur diizinkan untuk menikmati sajian ini. Selanjutnya diadakan sembahyangan penyeberangan arwah,” imbuh Sobita.

Sembahyang ditandai dengan pengiriman rumah leluhur. Juga peralatan leluhur seperti koper, uang akhirat, balokan emas dan perak.
Lebih lanjut dikatakan, setiap kali sembahyangan leluhur pasti ada sembahyangan penyeberangan arwah.
“Kegiatan sembahyang rebutan sangat dibatasi. Mengikuti aturan pemerintah. Jangan sampai ada kerumunan massa,” imbuh Sobita.
Dikatakan, sejak jauh hari sudah meminta pertimbangan pemerintah kecamatan dan Satgas Covid-19 Kecamatan Banyumas untuk penyelenggaraan sembahyang rebutan. (fij)






