Cilacap – Sebanyak 24 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 284 Sekolah Dasar di Kabupaten Cilacap kembali melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Hanya saja, siswa yang terlibat dalam uji coba ini jumlanya sangat sedikit. Dalam satu kelas hanya diisi 10 orang siswa saja.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono melalui Kabid Pendidikan Dasar Kastam mengatakan, uji coba PTM ini telah dimulai sejak Senin (23/8/2021), atau telah berjalan selama tiga hari. Sedangkan evaluasinya dilakukan setiap semingu sekali.
“Tiga hari awal belum ada kendala, memang yang ikut sangat sedikit. Hanya 10 orang setiap kelas, jumlah siswanya juga yang menentukan sekolah masing-masing. Hanya saja kami imbau jangan banyak-banyak dulu,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (25/8/2021).
Ia menjelaskan, dalam uji coba PTM ini, hanya diikuti oleh satu sekolah SMP di setiap kecamatan dan satu sekolah SD di setiap desa. Dengan menerapkan aturan yang sama seperti uji coba PTM beberapa waktu lalu, seperti penerapan prokes ketat, yang termasuk alur siswa datang hingga keluar kelas. Kemudian siswa juga harus dipastikan dalam kondisi sehat dan selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 kecamatan masing-masing.
“Totalnya ada 308 sekolah yang mengikuti uji coba PTM ini. Kita jalankan seperti aturan uji coba PTM yang lalu, intinya sekolah benar-benar mempersiapkan prokes dan memantu kesehatan siswa,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu sekolah yang mengikuti uji coba PTM yakni SMP Negeri 1 Cilacap melalui Wakil Bidang Kurikulum Wawan Kuswanto mengatakan, pihaknya cukup senang dengan adanya uji coba ini, lantaran dapat sedikit mengobati kerinduan para siswa untuk datang ke sekolah.
“Sebenarnya ini hanya konsultasi belajar, karena tidak ada membahas materi pelajaran. Di tempat kami hanya diikuti oleh 30 orang siswa saja, yang dibagi menjadi tiga shift,” terangnya.






