INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Sistem Satu Arah di Kota Purwokerto Mulai Diklaim Bikin Sepi Pembeli

Kamis, 3 Juni 2021

PURWOKERTO – Penerapan jalur sistem satu arah (SSA) di beberapa ruas jalan besar di Perkotaan Purwokerto, sudah berlangsung cukup lama. Hasilnya, lalu lintas memang terlihat lancar, tanpa adanya penumpukan kendaraan di sejumlah simpang.

Meski tujuan awalnya yakni untuk meningkatkan perekonomian. Yakni agar perekonomian bisa menyebar dan tidak hanya berpusat di satu area. Namun sebagian besar pedagang justru merasakan hal sebaliknya. Yang mereka rasakan justru penurunan pembeli yang cukup signifikan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Pengelola salah satu rumah makan di Jalan Jend Sudirman yang namanya tidak ingin dikorankan mengatakan, sejak diberlakukan SSA, pembeli menurun.

“Biasanya karena ada yang kebablasan, terus malas putar balik, karena jadi lebih jauh,” katanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Untuk menyiasati, rumah makan tersebut memasukkan menunya di ojek online. Selain itu juga memberi layanan pesan antar.

“Untuk memudahkan konsumen juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Warga Purwokerto, Widia mengatakan, saat awal diterapkan SSA sempat bingung dan sering megeluh. Pasalnya saat kebablasan, tidak bisa langsung putar balik.

Namun semakin lama semakin terbiasa. Apalagi keseharian mobile, Widi mengendarai kendaraan bermotor roda dua. Memudahkan menuju tempat yang dituju.

“Jadi tahu jalan terobosan, terutama yang bisa dilewati motor,” katanya.

Menurutnya, dengan diterapkan jalur SSA ada dampak menguntungkan dan merugikan. Di mana sisi menguntungkan, laju lintas jadi lebih terarah. Sedangkan sisi merugikan, dalam hal waktu. Lebih banyak waktu di jalan, karena jalur yang dilewati lebih jauh untuk menuju tempat di jalur SSA.

“Apapun kebijakannya, tetap harus ditaati, jangan melanggar jalur SSA,” pungkas Widia. (ely)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Dorong Sekolah Tatap Muka, Mendikbudristek: Tidak Ada Tawar-Menawar

Selanjutnya

Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19, 6 Orang di Tes Usap, Ini Hasilnya

TERBARU

Sinergi Warga dan Polisi, Kasus Sabu di Kalibagor Terungkap

Sinergi Warga dan Polisi, Kasus Sabu di Kalibagor Terungkap

Minggu, 15 Februari 2026

Aksi Curas di Kebasen : Korban Terikat, Uang dan Perhiasan Raib

Aksi Curas di Kebasen : Korban Terikat, Uang dan Perhiasan Raib

Minggu, 15 Februari 2026

Pemuda Banjarnegara Ditemukan Tewas di Sungai Serayu

Pemuda Banjarnegara Ditemukan Tewas di Sungai Serayu

Minggu, 15 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19, 6 Orang di Tes Usap, Ini Hasilnya

Taman Soetomo Cilacap Senilai Rp 1,9 M Mulai dibangun, Ini Berbagai Fasilitas yang Bisa Dinikmati Masyarakat

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com