INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

BKN Akan Telusuri Potensi Kolusi Gaji 97 Ribu PNS Fiktif

Jumat, 28 Mei 2021

Jakarta, CNN Indonesia – Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menelusuri kemungkinan kolusi atau penyelewengan uang negara dalam pemberian gaji dan iuran pensiun kepada 97 ribu pegawai negeri sipil (PNS) yang datanya sempat ditemukan belum terverifikasi.

Sejumlah PNS fiktif tersebut ditemukan tidak teridentifikasi ketika dilakukan pendataan ulang PNS (PUPNS) pada 2014. Padahal mereka mendapat gaji dan iuran pensiun, namun tidak terverifikasi status kerjanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Plt. Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono mengatakan pihaknya akan menelusuri kemungkinan malaadministrasi atau kerugian negara yang disebabkan oleh kejadian tersebut.

“Nanti akan ditelusuri lebih lanjut,” katanya kepada CNNIndonesia.com, dikutip Jumat (28/5).

Namun, Paryono menekankan sesungguhnya kasus tersebut adalah temuan lama yang saat ini sudah berangsur diperbaiki. Ia menjelaskan jumlah PNS yang datanya fiktif sudah berkurang karena sudah melakukan PUPNS susulan.

Ia mengatakan selama PNS tersebut tidak melakukan verifikasi data, maka BKN memberikan konsekuensi pegawai yang bersangkutan tidak bisa melakukan mutasi kepegawaian seperti naik pangkat, pindah atau pensiun.

Namun Paryono tidak menjawab ketika ditanya apakah BKN sudah menemukan potensi kerugian negara yang sudah ditemukan dalam insiden tersebut.

Sama seperti Paryono, Kepala BKN Bima Haria Wibisana juga enggan menjawab. Ia hanya mengatakan kasus tersebut sudah diselesaikan sejak 2016.

“Sudah diselesaikan masing-masing institusinya,” kata Bima kepada CNNIndonesia.com.

Bima mengklaim saat ini sudah tidak ada lagi data PNS yang fiktif karena seluruh data tersebut sudah diverifikasi.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus mengatakan pemerintah harus menelusuri kemungkinan kerugian negara dalam pemberian gaji dan iuran pensiun pada 97 ribu PNS tersebut.

Ia menegaskan jika didapati ada pegawai yang mendapat gaji dan iuran pensiun namun sesungguhnya bukan PNS, maka pemerintah harus menelusuri dan menindak tegas. Guspardi menduga ada persekongkolan di balik kejadian itu.

“Tidak bisa sendiri itu, yang terkucur dana terus menerus, tiap bulan menerima gaji. Bisa saja dia [oknum PNS fiktif] berkolusi dengan institusi atau atasan yang bersangkutan,” tuturnya, Selasa (25/5). (fey/pmg)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Minyak Goreng Tumpah Di Jalan Cahyana Baru Purbalingga, Lalu Lintas Sempat Semrawut

Selanjutnya

Perpres Baru, Jokowi Ubah Tanggung Jawab Atas Vaksin Impor

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

GERAK MANIFESTASI EKONOMI PANCASILA

APBN TERTEKAN, EKONOMI STAGFLASI

Minggu, 15 Maret 2026

LUKA FISIK ANDRIE YUNUS DAN LUKA DEMOKRASI RAKYAT INDONESIA

LUKA FISIK ANDRIE YUNUS DAN LUKA DEMOKRASI RAKYAT INDONESIA

Minggu, 15 Maret 2026

Drama OTT di Cilacap : Bupati dan Sekda Ditahan KPK Terkait Dana THR

Drama OTT di Cilacap : Bupati dan Sekda Ditahan KPK Terkait Dana THR

Sabtu, 14 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Perpres Baru, Jokowi Ubah Tanggung Jawab Atas Vaksin Impor

Menteri Investasi: Kalau Perizinan Dipersulit, Laju Ekonomi Jadi Terhambat

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com