INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Yanuar Arif: Kasus Korupsi Cilacap Harus Transparan, Jangan Ditutup-tutupi

Yanuar Arif: Kasus Korupsi Cilacap Harus Transparan, Jangan Ditutup-tutupi

Yanuar Arif Wibowo saat memberikan keterangan kepada awak media di Purwokerto, Selasa (17/3/2026).

Selasa, 17 Maret 2026

FOKUS UTAMA– Anggota Komisi XIII DPR RI H. Yanuar Arif Wibowo SH M.I.Pol menyoroti keras kasus korupsi yang kembali menimpa Kabupaten Cilacap. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang menyeret Bupati dan Sekretaris Daerah setempat dengan mengedepankan transparansi.

Yanuar mengaku prihatin sekaligus menyesalkan praktik korupsi yang kembali terjadi di wilayah yang sama. Menurutnya, kasus ini menunjukkan pola berulang yang mencengangkan di lingkungan birokrasi Cilacap.

“Peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran penting agar tidak terulang. Namun faktanya, korupsi kembali mencuat dengan pola yang mencengangkan,” ujar Yanuar dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai kasus ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga mengindikasikan mulai normalnya praktik koruptif di kalangan birokrat. Ia mengingatkan bahwa korupsi kecil sekalipun berpotensi menjadi sistemik jika tidak ditindak tegas.

Minta Proses Hukum Terbuka

Yanuar menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses hukum yang tengah berjalan. Ia meminta KPK, kepolisian, dan kejaksaan tidak hanya profesional dalam menegakkan hukum, tetapi juga aktif mengedukasi publik tentang modus korupsi yang terjadi.

“Transparansi proses hukum penting agar masyarakat memahami bagaimana praktik korupsi itu berlangsung. Ini bisa menjadi pembelajaran bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala daerah dan jajarannya untuk mengelola anggaran serta kebijakan publik secara akuntabel. Sistem pengawasan dalam kerangka trias politica, kata dia, harus berjalan efektif untuk mencegah penyimpangan kekuasaan.

THR Ilegal Jadi Sorotan

Dalam kasus ini, Yanuar menyoroti dugaan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang bersumber dari dana tidak sah, termasuk yang melibatkan unsur Forkopimda. Ia menilai praktik tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum dan etika pemerintahan.

“THR tidak boleh diberikan dari sumber yang melanggar aturan. Setiap kebijakan fiskal harus memiliki dasar hukum yang jelas dan sah,” tegasnya.

Menurutnya, pemberian THR kepada ASN merupakan kewajiban pemerintah, namun harus bersumber dari anggaran legal dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal serupa juga berlaku bagi sektor industri dalam memenuhi hak pekerja.

Stabilitas Pemerintahan Harus Terjaga

Di tengah hiruk-pikuk kasus korupsi tersebut, Yanuar mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap, termasuk pelaksana tugas kepala daerah, untuk tetap menjaga stabilitas pemerintahan. Pelayanan publik, kata dia, tidak boleh terganggu meski tengah dilanda kasus hukum.

Ia menegaskan kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengelolaan kekuasaan dan anggaran publik harus dijalankan dengan integritas tinggi. Tanpa integritas, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah akan terus terkikis.

“Jangan sampai korupsi menjadi budaya yang membudaya. Ini saatnya kita bersama-sama memberantas praktik koruptif hingga ke akar-akarnya,” pungkas Yanuar. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Jelang Lepas Mudik Gratis, Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 15.300 Paket Sembako di Banyumas-Cilacap dan untuk Perantau di Jabodetabek

Selanjutnya

Pencari Rumput Tenggelam di Sungai Tajum Belum Ditemukan

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Pencari Rumput Tenggelam di Sungai Tajum Belum Ditemukan

Pencari Rumput Tenggelam di Sungai Tajum Belum Ditemukan

Rabu, 18 Maret 2026

Yanuar Arif: Kasus Korupsi Cilacap Harus Transparan, Jangan Ditutup-tutupi

Yanuar Arif: Kasus Korupsi Cilacap Harus Transparan, Jangan Ditutup-tutupi

Selasa, 17 Maret 2026

Jelang Lepas Mudik Gratis, Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 15.300 Paket Sembako di Banyumas-Cilacap dan untuk Perantau di Jabodetabek

Jelang Lepas Mudik Gratis, Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 15.300 Paket Sembako di Banyumas-Cilacap dan untuk Perantau di Jabodetabek

Selasa, 17 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
Pencari Rumput Tenggelam di Sungai Tajum Belum Ditemukan

Pencari Rumput Tenggelam di Sungai Tajum Belum Ditemukan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com