FOKUS UTAMA – Kabar duka menyelimuti keluarga Windianto, warga RT 03 RW 03 Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Windianto disebut menjadi salah satu korban dalam insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Berdasarkan data yang dihimpun, Windianto yang akrab disapa Anto berangkat bersama seorang kernet bernama Arifin. Keduanya tengah dalam perjalanan menggunakan kapal tersebut dengan membawa sebuah truk menuju Kalimantan. Anto merupakan pengelola dan pemilik JSKS Trans Antar Nusa, usaha jasa kirim barang untuk seluruh wilayah di tanah air.
“Armada yang dibawa Mas Anto membawa benih kopi menuju ke Banjarmasin, Kalimantan,” kata tetangga Anto, Gobid Suryadilaga.
Data yang dihimpun Indiebanyumas, warga juga menyuguhkan informasi mengenai kernet Anto bernama Arifin melalui saluran suara WhatsApp kepada seseorang yang disebutnya Mandor. Rekaman ini juga sudah diunggah oleh warga di media sosial.
Arifin mengungkapkan, saat kejadian yang tiba-tiba itu, crew kendaraan khususnya muatan barang sedang beristirahat. “Saya sudah pasrah pada takdir karena tidak ada alarm, tiba-tiba saja kapal tenggelam. Saya sudah tenggelam sampai kemudian ada kapal tongkang dan saya diselamatkan oleh kapal itu,” ungkapnya.
Arifin lalu mengingat pada pukul 01.00 kapal miring tanpa ada pemberitahuan apa pun. Para sopir dan crew kendaraan kaget, lalu berlari menuju kapal tongkang. “Anto posisi neng mburine nyong (di belakang saya),” katanya. Namun, dia tidak melihat kondisi Anto. Dia hanya melihat sekitar tiga hingga empat orang yang sudah tergeletak meninggal dunia karena di atas kapal oli sudah membludak.
Informasi mengenai kondisi Widianto hingga kini masih dalam penanganan dan proses pencarian serta identifikasi oleh pihak terkait.
Di tengah kabar tersebut, keluarga Widianto pada Senin (14/9/2026) malam menggelar doa bersama atau tahlilan. Kegiatan itu diikuti sejumlah warga sekitar yang datang untuk memberikan dukungan dan doa bagi keluarga. Selain di rumah, doa bersama juga dilakukan oleh warga Sawangan Wetan di warung milik Anto di perbatasan antara Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja dan Desa Panusupan Kecamatan Cilongok..
Sosok Anto dikenal sebagai putra dari Ki Karwin, seorang dalang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat. “Beliau juga sahabat kami, komunikasi bahkan masih kami lakukan sebelum berangkat,” kata Sigit Soeranangga, teman Anto.
Kabar musibah yang menimpa Anto menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Sawangan Wetan. Doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar sekaligus harapan agar seluruh proses penanganan korban dapat berjalan lancar. Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai perkembangan pencarian dan kondisi Windianto masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
114 Korban Dievakuasi
Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.
Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9/2026), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, 126 sopir dan kernet, serta 89 unit muatan kendaraan.
Dilansir Antara, Menhub Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.
“Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dikutip dari detik.com.
Dia mengatakan korban tersebut dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dievakuasi ke Banjarmasin. Data tersebut dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR.
Kronologi Kejadian
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT (Local Time) dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Pihak Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menyebut kapal sempat menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.
Tim Redaksi






