BANYUMAS – Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti secara resmi membuka Latihan Dasar Kelompok (LDK) Z-Mart Baznas Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto. Kegiatan ini diikuti 100 mustahik calon penerima manfaat yang merupakan pelaku usaha ritel mikro binaan Baznas Banyumas.
Lintarti menegaskan, program Z-Mart merupakan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis zakat untuk memperkuat usaha ritel mikro di wilayah perkotaan.
“Di tengah menjamurnya ritel modern, pelaku usaha kecil dituntut untuk mampu beradaptasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saingnya,” ujarnya.
Ia berharap peserta dapat meningkatkan kapasitas usaha warung agar mampu tumbuh dan bersaing di pasar ritel modern.
Lintarti mengapresiasi intervensi Baznas Banyumas melalui program Z-Mart yang mencakup bantuan modal, renovasi warung untuk penguatan branding, pengembangan rantai pasok, dukungan teknologi, serta pendampingan kelompok dan personal.
Kepala Baznas Banyumas, Khasanatul Mufidah, menambahkan bahwa tahun ini persentase pentasyarufan produktif meningkat dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya diwujudkan melalui program Z-Mart dengan bantuan modal tahap awal sebesar Rp800 juta untuk 100 pelaku usaha, masing-masing menerima Rp8 juta.
Mufidah menjelaskan, calon penerima manfaat telah melalui survei dan asesmen sesuai kriteria.
“Peserta yang hadir semuanya sudah memiliki usaha kelontong, namun pendapatan mereka masih di bawah desil kemiskinan,” ungkapnya.
Dalam LDK, peserta dibekali materi manajemen dasar usaha ritel mikro, pengelolaan keuangan, penguatan mental kewirausahaan, serta pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan program Z-Mart. (Angga Saputra)







