INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Untuk Penyekatan Arus Mudik, Sejumlah Desa Minta Dikirimi Alat Pembatas

Senin, 10 Mei 2021

PURWOKERTO – Selama diberlakukannya larangan mudik Lebaran tahun ini, sejumlah desa di Kabupaten Banyumas diketahui minta dikirimi alat pembatas ke Dinas Perhubungan setempat.

Alat pembatas baik berupa barikade, water barrier maupun traffic cone tersebut digunakan untuk melakukan penyekatan terhadap kendaraan yang digunakan oleh pemudik.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

”Ada beberapa desa yang minta dikirimi alat pembatas untuk menyekat jalan-jalan tikus yang sengaja dilewati kendaraan pemudik ketika menghindari pemeriksaan petugas,” kata Kabid Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, R Hermawan, kemarin.

Sampai saat ini setidaknya ada beberapa desa di dua kecamatan yang mengajukan alat pembatas tersebut, yakni Kecamatan Gumelar dan Pekuncen.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

”Yang jelas Desa Paningkaban dan Samudra Kecamatan Gumelar minta dikirimi peralatan tersebut, bisa dalam bentuk barier, traffic cone maupun water barier. Nanti akan kita upayakan untuk dilayani,” terangnya.

Upaya penyekatan ini merupakan bagian dari upaya pihak desa dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik Lebaran tahun ini.

Terkait larangan mudik lokal (masih dalam satu provinsi), ia mengatakan, sesuai dengan kesepakatan dengan beberapa pemerintah daerah untuk bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) masih diperbolehkan jalan.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat sebaiknya untuk tidak bepergian terlebih dulu selama larangan mudik diberlakukan.

”Saat ini sepanjang tempat tinggalnya masih di sekitar lokalan sini (kabupaten terdekat) memang tidak masalah. Yang penting bisa menunjukkan KTP yang menunjukkan memang tempat tinggalnya dari kabupaten di sekitar sini,” jelas dia.(bs-3)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Euforia Mudik Hingga Berbelanja Jelang Lebaran, Membuat Bupati Purbalingga Was – Was Terjadi Lonjakan Kasus Covid 19

Selanjutnya

Banyak Siswa Bawa Motor , Evaluasi Ujicoba PTM Tahap II di Banyumas

TERBARU

Wisatawan Brebes Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan Meninggal Dunia

Wisatawan Brebes Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 25 Maret 2026

3 Tahun Tren Nikah di Bulan Syawal Meningkat, Kemenag Catat 667 Ribu Pasangan

3 Tahun Tren Nikah di Bulan Syawal Meningkat, Kemenag Catat 667 Ribu Pasangan

Rabu, 25 Maret 2026

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Banyak Siswa Bawa Motor , Evaluasi Ujicoba PTM Tahap II di Banyumas

Jelang Hari Besar Agama, Vihara di Banyumas Didisinfeksi

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com