BANYUMAS – Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) Banyumas kini siap melayani masyarakat selama 24 jam penuh. UTDRS yang diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas pada 2023 ini didirikan untuk memfasilitasi kebutuhan transfusi darah, terutama bagi penyandang thalasemia yang menjalani perawatan di RSUD Banyumas, rumah sakit rujukan layanan thalasemia di Karesidenan Banyumas, serta pasien lain yang membutuhkan layanan transfusi darah.
Kepala UTDRS Banyumas, dr. Farras Arlinda Rachmawati, mengungkapkan bahwa jumlah pendonor darah terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disampaikannya saat ditemui di Ruang UTDRS RSUD Banyumas pada Selasa (4/3/2025).
“Selain penyandang thalasemia, kebutuhan darah juga tinggi untuk layanan Hemodialisis yang memiliki banyak pasien, serta pasien kanker di layanan spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn),” ujar dr. Farras.
Ia menjelaskan bahwa hasil donor darah di UTDRS Banyumas tidak hanya diperuntukkan bagi pasien thalasemia di wilayah Banyumas, tetapi juga pasien dari luar daerah yang memerlukan transfusi darah, serta untuk memenuhi kebutuhan layanan medis lainnya.
Untuk menjamin ketersediaan darah, UTDRS Banyumas terus melakukan berbagai terobosan, termasuk terjun langsung ke masyarakat guna mengajak partisipasi dalam kegiatan donor darah. Kini, dengan layanan yang beroperasi 24 jam, UTDRS Banyumas siap melayani kapan saja, baik untuk karyawan maupun pendonor dari masyarakat umum.
“UTDRS Banyumas sekarang melayani 24 jam penuh. Kapan pun ada yang ingin mendonorkan darah, kami siap melayani dengan optimal,” jelas dr. Farras.
Terkait fasilitas, dr. Farras memastikan bahwa ruang UTDRS Banyumas telah memenuhi standar kelayakan dengan izin operasional yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan sedang dalam proses penerbitan izin dari Kementerian Kesehatan RI.
“Ruangannya nyaman, ber-AC, dan kursi donornya juga sudah sesuai standar Kementerian Kesehatan,” tambahnya.
Selain didukung peralatan medis yang lengkap dan memadai, UTDRS Banyumas juga memperhatikan kenyamanan dan kesehatan pendonor.
Setiap pendonor akan mendapatkan konsumsi yang sesuai dengan kebutuhan gizi yang disarankan. Sebagai bentuk apresiasi, UTDRS juga memberikan penghargaan bagi pendonor yang telah melakukan donor darah minimal 10 kali dan kelipatannya.
Dengan layanan 24 jam dan fasilitas yang terus dikembangkan, UTDRS Banyumas diharapkan dapat memenuhi kebutuhan darah dengan lebih baik dan membantu pasien yang membutuhkan, sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. (Angga Saputra)









