BANYUMAS – Pencarian terhadap seorang warga yang diduga terseret arus anak Sungai Tajum, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, memasuki hari kedua pada Sabtu (04/04/2026). Namun, upaya tim gabungan hingga sore hari belum membuahkan hasil. Korban bernama Riswo (63) masih belum ditemukan.
Komandan Tim Rescue, Fajar Adi, menjelaskan bahwa pada hari kedua ini, tim SAR gabungan dari BASARNAS dan unsur lainnya dibagi menjadi dua Satuan Rescue (SRU).
“SRU 1 melanjutkan penyisiran ke arah hilir Sungai Tajum dengan teknik body rafting untuk memaksimalkan pencarian. Sementara SRU 2 melakukan pemantauan dari bantaran sungai,” ujar Fajar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu bermula pada Kamis (02/04/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban yang merupakan warga RT 02/01 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, diduga hanyut terbawa luapan aliran anak Sungai Tajum.
Di lokasi kejadian, ditemukan puing-puing bekas korban yang sedang membersihkan aliran anak sungai sebelum akhirnya diduga terseret arus. Seorang saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Kantor SAR Cilacap untuk meminta bantuan pencarian.
Metode Pencarian dan Kendala
Fajar merinci bahwa SRU 1 melakukan penyisiran sejauh 3 kilometer menggunakan teknik body rafting. Metode ini dipilih karena debit air mulai menyusut sehingga perahu tidak memungkinkan untuk dioperasikan. Sementara SRU 2 menyusuri bantaran sungai dengan jarak tempuh yang sama, yaitu 3 kilometer.
“Hasil pencarian hari kedua masih nihil. Belum ada tanda-tanda keberadaan survivor, sehingga pencarian akan dilanjutkan pada hari ketiga,” tambahnya.
Tim di lapangan mengaku menghadapi sejumlah kendala dan tantangan, antara lain:
· Sinyal komunikasi yang tidak stabil di area pencarian.
· Banyaknya jeram dan kondisi debit sungai yang kadang surut tiba-tiba, sehingga tidak memungkinkan menggunakan perahu karet.
· Potensi hujan di wilayah hulu sungai yang meningkatkan risiko bagi tim di bagian hilir.
“Kami berharap besar, semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutup Fajar Adi. (Alri Johan)








