INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Tak Direstui Pemerintah, Purwokerto Gagal Jadi Ibu Kota Provinsi Jawa Selatan

Selasa, 16 April 2024

Rencana pembentukan provinsi baru di Jawa Tengah melahirkan beragam usulan, di antaranya adalah pembentukan Provinsi Jawa Selatan.

Sebagai kandidat ibu kota Provinsi Jawa Selatan, muncul nama Purwokerto, Banyumas.

Wacana ini semakin terdengar setelah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan DPD RI menggelar Forum Discussion Group (FGD) pada tahun 2022.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Abdul Kholik, yang mewakili DPD RI dalam forum tersebut, dan sejumlah akademisi yang mewakili UMP, turut serta dalam diskusi tersebut.

Acara ini awalnya dimulai sebagai diskusi tentang pembentukan Provinsi Banyumas Raya, namun, akademisi Unsoed Hibnu Nugroho lebih mendukung perubahan nama menjadi Provinsi Jawa Selatan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Menurutnya, nama Provinsi Banyumas Raya terlalu egosentris dan tidak inklusif. “Nama Banyumas Raya agak sulit, terlalu egosentris, jadi (Provinsi) Jawa Selatan,” ujarnya dengan tegas.

Usulan ini didasarkan pada lokasi geografis kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang diusulkan untuk bergabung dalam provinsi baru tersebut.

Namun, usulan tersebut mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk elit politik, salah satunya adalah Bupati Banyumas saat itu, Achmad Husein.

Sebagai perwakilan pemerintah daerah, dia berpendapat bahwa wacana tersebut akan memakan biaya besar. Menurutnya, provinsi yang ada saat ini (Jawa Tengah) sudah cukup baik sehingga tidak perlu adanya pemekaran.

Penolakan ini membuat peluang terwujudnya usulan tersebut semakin kecil, padahal Banyumas dianggap sebagai kandidat ibu kota Jawa Selatan.

Purwokerto, yang secara administratif merupakan ibu kota Banyumas, harus menerima kenyataan bahwa rencana tersebut tidak mendapat restu dari pemerintah.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pemilir Telantar di Terminal Bulupitu, Imbas Kemacetan di Ajibarang Banyumas

Selanjutnya

Desa Bojong Laksanakan Apel Perdana Pasca Lebaran

TERBARU

Polresta Banyumas Sterilisasi Klenteng, Pastikan Perayaan Imlek 2577 Kongzili Aman

Polresta Banyumas Sterilisasi Klenteng, Pastikan Perayaan Imlek 2577 Kongzili Aman

Senin, 16 Februari 2026

Perjuangan Tono Jalani Masa PB dengan Berjualan Kelapa Muda

Perjuangan Tono Jalani Masa PB dengan Berjualan Kelapa Muda

Senin, 16 Februari 2026

Nasib Menggantung, Eks Karyawan MTF Purwokerto Harap ada Tekanan ke Perusahaan

Nasib Menggantung, Eks Karyawan MTF Purwokerto Harap ada Tekanan ke Perusahaan

Senin, 16 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Desa Bojong Laksanakan Apel Perdana Pasca Lebaran

One Way di Tol Trans Jawa Dihentikan Setelah Kepadatan Terurai

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com