Purwokerto – Dengan viralnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), akhirnya secara resmi BEM Unsoed angkat bicara, dimana mereka telah membenarkan adanya kasus tersebut dan memastikan telah melakukan penanganan baik pendampingan kepada korban mupun mengambil tindakan kepada pelaku.
Presiden BEM Unsoed, Fakhrul Firdausi membenarkan adanya persoalan tersebut dan pihaknya mengunggah rilis di media sosial Resmi BEM Unsoed lantaran kasus tersebut sudah terlanjut viral di media sosial twitter.
“Intinya sebagaimana yang kita jelaskan di rilis tersebut, yang sifatnya memberikan penjelasan terhadap apa yang sudah viral diakun @unsoedfess1963. Saya tidak bisa bercerita lebih jauh, takutnya nanti menggangu hak privasi korban. Kenapa kami memberikan rilis tersebut dengan harapan kita tidak terus membesar-besarkan kasus ini, ketika kasus ini dibesar-besarkan kondisi psikis korban kembali terganggu,” ujar dia, Jumat (10/12).
Ia juga menambahkan, selain mengambil tindakan dengan mengeluarkan salah satu oknum pengurus BEM Unsoed tersebut, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi terhadap unit pelecehan dan kekerasan yang ada di Unsoed untuk pendampingan terhadap korbannya. “Kemarin sempat pulih, sudah bisa beraktifitas kembali seperti biasa, karena kembali viral di twitter, sehingga kembali terganggu kondisi psikis korban, kita membuat rilis itu agar publik bisa memahami kondisi korban seperti apa. Karena terlanjut sudah viral, opini yang berkembang terlanjut liar jadi sulit dikontrol,” katanya.
Namun, ketika ditanya terkait kasus tersebut mulai kapan mencuat, Fakhrul enggan menggungkapkannya, dengan mengungkapkan sudah melakukan pendampingan dan penanganan terhadap pihak-pihak terkait. “Itu termasuk kronologi, jadi saya tidak bisa menjelaskan, mohon maaf,” ujarnya.
Dari pantauan serayunews.com, akun media sosial Istragram @bem_unsoed merilis secara resmi, bahwa pihaknya telah merospon kasus pelecehan seksual yang terjadi di BEM Unsoed yang mengundang polemik setelah akun media sosial Twitter @unsoedfess1963 menggunggah persoalan tersebut.
Adapun poin-poinnya yakni, bahwa pihak BEM Unsoed telah membenarkan bahwa ada kasus tersebtu. Kemudian ada juga tindakan yang diambil, dengan tindakan tegas sesuai dengan prosedur organisasi maupun penanganan kasus pelecehan seksual, dengan melakukan perlindungan terhadap korban serta mengambil tindakan pemberhentian secara tidak hormat kepada oknum pengurus tersebut.(snd/spj)







