Roket Israel telah menghantam sebuah situs di Iran, sebagaimana dilaporkan outlet berita AS ABC News, mengutip seorang pejabat AS.
Kantor berita Fars Iran mengatakan ledakan terdengar di bandara Isfahan, pusat kota Iran, hari ini, Jumat (19/4).
“Pertahanan diaktifkan sebagai respons terhadap objek yang kemungkinan adalah sebuah drone,” kata sumber kepada Fars.
Penyebab ledakan belum diketahui secara pasti, tetapi CNN melaporkan bahwa beberapa penerbangan telah dialihkan di atas wilayah udara Iran.
Isfahan berjarak sekitar empat jam berkendara atau 350 kilometer di selatan ibu kota Iran, Tehran. Kota ini menjadi markas bagi pangkalan udara militer utama dan terdapat beberapa situs nuklir di wilayah tersebut.
Akhir pekan lalu, Iran meluncurkan ratusan drone dan misil dalam serangan balasan setelah serangan yang diduga dilakukan oleh Israel terhadap kompleks kedutaan besar Iran di Suriah.
Sebagian besar drone dan misil ditembak jatuh sebelum mencapai wilayah Israel.
Serangan yang terjadi pada hari ini dilakukan hanya selang beberapa jam usai Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian memberitahu CNN bahwa respons negaranya terhadap segala bentuk balasan oleh Israel atas serangan akhir pekan lalu akan dilakukan “secara langsung dan pada tingkat maksimum”.
Iran memberi tahu Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis bahwa Israel “harus dipaksa untuk menghentikan setiap petualangan militer lebih lanjut terhadap kepentingan kami” saat sekretaris jenderal PBB memperingatkan bahwa Timur Tengah berada dalam “saat bahaya maksimum”.
Israel sebelumnya telah menyatakan akan melakukan pembalasan atas serangan misil dan drone Iran pada 13 April.