BANYUMAS – Pencarian terhadap seorang survivor yang diduga hanyut di Sungai Tajum, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, memasuki hari keenam tanpa hasil. Tim SAR gabungan bersama BASARNAS belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Tim Rescue, Fajar Adi, menjelaskan bahwa pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). “SRU 1 melanjutkan penyisiran hingga ke arah muara Serayu menggunakan LCR untuk memaksimalkan pencarian. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran ke area hutan sekitar Sungai Tajum,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Survivor diduga hanyut akibat luapan anak Sungai Tajum. Di lokasi ditemukan puing-puing yang diduga milik korban saat membersihkan aliran sungai. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, yang diteruskan ke Kantor SAR Cilacap untuk meminta bantuan.
Identitas survivor diketahui bernama Riswo (63), warga RT 02/01 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.
Upaya Pencarian
Pada hari keenam, SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet bermesin (LCR) sejauh 11 km dari Jembatan Maos, Kabupaten Cilacap, menuju muara Sungai Serayu. SRU 2 menyisir area hutan di sekitar Sungai Tajum dengan radius 4 km. Hingga kini, hasil pencarian masih nihil.
Fajar Adi menambahkan, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti sinyal komunikasi yang tidak stabil serta cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. “Besar harapan kami survivor dapat segera ditemukan,” tutupnya. (Angga Saputra)








