PURWOKERTO – Ribuan alumni SMA Negeri 1 Purwokerto (Mansa) kembali menggelar Rembug Ageng II, ajang pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni SMA N 1 Purwokerto (Ikasmansa) sekaligus mempererat tali persaudaraan antarangkatan. Acara yang digelar empat tahun sekali ini juga menjadi momentum pelestarian budaya Banyumasan di kalangan generasi muda.
Dalam pemilihan yang berlangsung dinamis tersebut, Prof. Dr. Insinyur Norman Arie Prayogo, SPi, MSI resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikasmansa periode 2026-2030. Ia berhasil unggul dalam persaingan ketat yang diikuti 10 kandidat dengan perolehan suara 88 dari hasil voting dengan total 133 suara.
Panitia mencatat tingkat partisipasi luar biasa, yakni 92,5 persen. Delegasi dari 62 angkatan hadir dari total 67 angkatan yang dimiliki SMA Mansa.
Ketua Panitia Rembug Ageng II, Mikhael Anton Hanibal, menjelaskan pihaknya sengaja menghadirkan nuansa budaya lokal dalam setiap rangkaian acara.
“Kami memperkenalkan budaya Banyumasan ke generasi muda. Makanya ada begalan, lengger, dan kami imbau peserta memakai pakaian adat. Ini supaya SMA 1 Purwokerto berbeda dari yang lain. Kami ingin terus melestarikan budaya,” ujarnya.
Meski dinamika pemilihan berlangsung cukup keras karena ambisi para kandidat dan tim sukses, Mikhael menegaskan semangat demokrasi tetap terjaga dengan baik.
Tiga Jembatan Jadi Program Unggulan
Prof Norman, sapaan akrabnya, menyampaikan visi membangun tiga “jembatan” utama bagi Ikasmasa Purwokerto ke depan:
1. Jembatan antargenerasi – Menghubungkan kakak angkatan dengan adik-adik yang baru lulus untuk memudahkan akses studi lanjutan dan pengembangan karier.
2. Jembatan sosial – Menggelar kegiatan kebersamaan yang melibatkan seluruh angkatan, baik senior maupun junior.
3. Jembatan rumah alumni – Menjadikan IKAS Mansa sebagai “rumah kedua” yang selalu dirindukan saat pulang ke Purwokerto.
“Menjalin rasa yang lebih kuat di IKAS Mansa, sehingga saya ingin menjadikan IKAS Mansa sebagai rumah yang ada di SMA 1 ini. Jadi kalau pulang, ya pulangnya ke SMA 1 dan Ikasmansa yang ada di SMA 1 ini,” ujar Prof Norman.
Rencana Dana Abadi dan 10 UMKM
Lebih lanjut, Norman memaparkan sejumlah program konkret yang akan segera dijalankan. Pada hari pertama kepemimpinannya, ia berencana membentuk 10 UMKM yang dikelola generasi muda dengan pengawasan senior.
“Kita akan menggerakkan ke generasi senior dan generasi di bawah. Untuk yang junior, kita buat gerakan-gerakan sosial seperti jalan sehat, dan kita juga akan membentuk dana abadi,” jelasnya.
Menurut Norman, kolaborasi lintas generasi ini penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menggalang dana abadi bagi kepentingan ikatan alumni dan almamater.
“Untuk senior yang sudah banyak mendapatkan posisi penting, kita jaring kolaborasi. Untuk adik-adik yang baru lulus, kita bimbing mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Suguhan Budaya Meriahkan Acara
Selain proses pemilihan, suasana Rembug Ageng II semakin semarak dengan suguhan seni begalan dan penampilan budaya Banyumas lainnya. Hal ini sekaligus menjadi penguatan identitas budaya di tengah kegiatan kekerabatan para alumni.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut diharapkan menjadi awal baru bagi Ikasmansa Purwokerto untuk lebih kolaboratif, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi almamater serta sesama alumni.
Penulis : Angga Saputra







