AJIBARANG – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan Slapanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ajibarang yang digelar di Masjid At-Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangbawang, Ahad (10/5/2026). Pengajian rutin ini terasa istimewa karena dihadiri oleh mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) asal Palestina dan Sudan.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Samar T. M. Alhaj (Palestina) dan Ahmed Fawzi Mohamed Ahmed Ibrahim (Sudan). Kehadiran mereka menjadi perhatian jamaah yang memenuhi masjid sekaligus menghadirkan nuansa ukhuwah Islamiyah lintas bangsa.
Dalam tausiyahnya, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam UMP, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari segala bentuk kezaliman, khususnya pada bulan-bulan yang dimuliakan Allah atau asyhurul hurum, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Ia mengutip penjelasan ulama tabi’in, Qatadah, dalam Tafsir Ibnu Katsir mengenai firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36: “Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”
Menurut Darodjat, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kezaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram memiliki dosa dan beban yang lebih besar dibanding bulan lainnya, meskipun kezaliman pada dasarnya tetap merupakan dosa besar dalam setiap keadaan.
“Umat Islam harus memuliakan apa yang dimuliakan Allah. Bulan-bulan haram merupakan momentum memperbanyak amal saleh, memperkuat kepedulian sosial, dan menjauhi segala bentuk kezaliman, baik kepada sesama manusia maupun terhadap diri sendiri,” tegas Darodjat di hadapan jamaah.
“Keagungan waktu dalam Islam mengajarkan manusia agar lebih berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai kemuliaan bulan-bulan haram justru dinodai dengan permusuhan, kebencian, dan perilaku zalim,” imbuhnya.
Sementara itu, kehadiran mahasiswa asal Palestina memberikan kesan mendalam bagi peserta pengajian. Samar T. M. Alhaj yang saat ini kuliah di Prodi Magister Pendidikan Agama Islam FAI UMP menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menempuh pendidikan di Indonesia melalui beasiswa penuh dari Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
“As a Palestinian student, I feel very grateful and honored to study at Universitas Muhammadiyah Purwokerto through the fully funded Rector Scholarship. Muhammadiyah and UMP have given me not only education, but also kindness, support, and a warm family atmosphere far from my homeland,” ungkap Samar dengan penuh haru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, atas dukungan kepada mahasiswa internasional.
“I would like to sincerely thank the Rector of UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, for this valuable opportunity and support for international students like me. This scholarship means a lot to me and will always become an unforgettable part of my academic journey,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mengundang simpati jamaah, terlebih di tengah situasi kemanusiaan yang masih melanda Palestina. Banyak peserta pengajian tampak terharu mendengar langsung pengalaman mahasiswa asal Palestina yang merasakan kehangatan keluarga besar Muhammadiyah di Indonesia.
Kegiatan Slapanan PCM Ajibarang itu tidak hanya menjadi ajang penguatan spiritual, tetapi juga mempererat persaudaraan internasional sekaligus menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pendidikan global berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







