BANYUMAS – Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturaden (PMPB) bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar syukuran dan doa bersama, Jumat (6/2/2026). Agenda ini sekaligus menegaskan bahwa kawasan wisata Baturaden aman dan layak dikunjungi pasca isu banjir yang sempat beredar di media sosial.
Ketua PMPB, Beno Suyitno, menegaskan banjir sebelumnya hanya terjadi di alur sungai dan tidak berdampak langsung pada destinasi wisata.
“Alhamdulillah, airnya bersih, taman tetap indah, dan tidak ada permasalahan di kawasan wisata. Baturaden aman dan sangat layak dikunjungi,” ujarnya.
Beno juga mengimbau wisatawan agar tidak terpengaruh informasi yang tidak utuh di media sosial. Menurutnya, pemberitaan yang kurang berimbang sempat berdampak pada kunjungan wisata.

Dampak ke Pedagang
Salah seorang pedagang di komplek Lokawisata Baturaden, Cartem, mengaku pendapatannya menurun sejak banjir lumpur dari Gunung Slamet.
“Biasanya saya dapat Rp300 ribu di akhir pekan, sekarang hanya Rp100 ribu. Pendapatan itu hanya kembali modal, tidak ada untung,” ungkap penjual minuman dan gorengan tersebut.
Kondisi Sudah Normal
Staf Ahli Bupati Banyumas Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Arif Triyanto, S.Sos., M.Si., menegaskan kondisi Baturaden kini sudah normal. Pembersihan dan pengerukan material pasca banjir telah dilakukan sehingga kawasan kembali aman.
“Hari ini kita membuktikan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, relawan, dan pecinta wisata. Dengan kebersamaan ini, kami optimistis Baturaden bangkit kembali sebagai destinasi unggulan Banyumas,” jelasnya.
Selain doa bersama, PMPB bersama Pemkab Banyumas juga melakukan penyebaran 12 ribu benih ikan di Sungai Gumawang sebagai simbol pemulihan ekosistem dan dukungan terhadap wisata alam Baturaden. (Angga Saputra)










