PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten banyumas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, melakukan penyemprotan disinfektan di pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung. Pada Senin (3/5) sudah dilakukan di komplek pertokoan di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud). Khususnya di area Duta Mode dan Rita Isola.
Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono mengatakan, akan dilanjutkan penyemprotan disinfektan di toko-toko yang ramai pengunjung jelang Lebaran idul Fitri. Saat ini sedang dilakukan pengamatan dan analisa.
“Coba dilihat sehari dua hari, kalau ramai tim kita segera bertindak,” katanya.
Pihaknya menggandeng kepolisian dalam melakukan penyemprotan disinfektan. Bisa jadi jika sampai menutup lalu lintas.
Eko Heru menuturkan, selama penyemprotan jangan ada warga, maupun pengelola atau pemilik toko yang menggerutu. sebab ini termasuk tindakan sesuai Undang-Undang Kesehatan.
“Sudah diatur negara, jangan ada yang protes, kalau protes tinggal pilih toko ditutup atau tetap disemprot,” tuturnya.
Dia menambahkan, penyemprotan ini ditujukan untuk mengurangi kerumunan. Terutama di pusat-pusat perbelanjaan. Selain itu juga untuk melindungi area sekitar dari penyebaran virus covid-19.
Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Banyumas, M Fadli Ahsani mengatakan, sebelum penyemprotan disinfektan ada koordinasi dengan pengelola atau pemilik toko. Agar bisa diinfokan pada pengunjung dan yang ada di sekitar toko.
“Semprotnya di luar toko, biasanya ada tukang parkir atau pedagang, bisa diinfokan dulu dari pihak toko,” katanya.
Dia menuturkan, untuk melakukan penyemprotan lagi, menunggu instruksi dari Satpol PP kabupaten Banyumas. Sebab UPT Damkar masih menginduk ke Satpol PP. Saat ini pihak Damkar melakukan persiapan cairan disinfektan dan armada.
Terpisah, Sekda Kabupaten Banyumas Wahyu Budi Saptono mengatakan, protokol kesehatan harus senantiasa dilakukan. Bahkan di rumah sekalipun. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang saat ini masih terus mengintai.
“Benteng utama adalah prokes,” pungkasnya.
Salah satu warga Imam, asal Karanglewas bahkan mengatakan, untuk dapat membayar barang belanjaan sampai mengantre lama.
“Antrenya lama, penuh, panjang,” kata dia di salah satu supermarket di Purwokerto. (ely/aam/ttg)






