PURBALINGGA-Pencarian terhadap Museni (72), warga Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Bukit Tobong, resmi dihentikan, Rabu (08/07). Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang berlangsung selama tujuh hari itu ditutup tanpa membuahkan hasil.
Koordinator Tim Operasi SAR, Amin Riyanto, menyampaikan bahwa keputusan penutupan operasi ini telah sesuai dengan prosedur operasional Basarnas serta melalui koordinasi dengan pihak keluarga dan seluruh unsur yang terlibat.
“Berbagai upaya maksimal telah kami lakukan. Pada hari kedua, tim sempat mencurigai area tebing karena adanya tanda-tanda bau menyengat. Namun, setelah dilakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai, hasilnya tetap nihil,” ujar Amin saat konferensi pers penutupan operasi.
Ia menambahkan, pada hari kelima hingga keenam, tim bahkan mengerahkan anjing pelacak dari Polres Purbalingga untuk mencari keberadaan korban. Namun, hingga hari ketujuh, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Museni.
“Kami telah berkoordinasi dengan keluarga dan seluruh instansi terkait. Dengan ini, operasi SAR kami nyatakan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa hilangnya Museni bermula pada Kamis (02/07) ketika Unit Siaga SAR Banyumas menerima laporan dari warga. Korban disebutkan tidak kembali ke rumah setelah pergi ke kawasan Hutan Bukit Tobong. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Kantor SAR Cilacap untuk dilakukan tindakan pencarian.
Dengan berakhirnya operasi ini, seluruh unsur SAR yang tergabung dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Pihak keluarga korban juga telah menerima penjelasan terkait penghentian pencarian ini.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






