INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pemanfaatan Pekarangan untuk Hapus Stunting di Banyumas

Minggu, 20 Juni 2021

Banyumas – Dinas Pertanian bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), yakni pemanfaatan lahan pertanian untuk meningkatkan gizi keluarga. Salah satunya yakni untuk pencegahan dan penanggulangan stunting.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Ny. Erna Husein mengatakan selain menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi covid, program ini juga diharapkan dapat mengurangi stunting di beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas.

Bersama Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, pada tahun 2021 ini, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) membina 21 Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan di Banyumas.

“Harapan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya dalam meminimalisir kasus stunting yang ada di Desa Karangduren, Sokaraja Kulon dan lainya” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu malam (19/6).

Dia menjelaskan, penyebab terjadinya stunting adalah asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi si anak. Dengan memiliki sayur-sayuran di sekitar rumah diharapkan pemenuhan gizi yang berasal dari tanaman dapat terpenuhi.

Program ini juga selalu dipantau. Misalnya di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Kasembadan Desa Karangduren dan KWT Indraswari Desa Sokaraja Kulon. Keduanya di Kecamatan Sokaraja. Lahan menganggur di pekarangan ditanami beragam sayur mayur. Selain itu ada pula yang ditanami cabai. Beberapa anggota lainnya memanfaatkan pekarangan untuk kolam ikan dan ternak skala rumah tangga.

Sementara, Camat Sokaraja Drs Lukman Nazarudin mengakui masih terdapat kasus stunting di Kecamatannya meski persentasenya kecil. Dia berharap program ini mampu menghapus kasus stunting di daerahnya. “Untuk kasus stunting di daerah saya itu memang ada, namun prosentasenya sedikit. Mudah-mudahan melalui program ini pengurangan kasus stunting di wilayah saya teratasi,” kata Lukman.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pengadilan Negeri Banjarnegara Buka Layanan di Kecamatan

Selanjutnya

Penampakan Antrean Panjang Ratusan Warga Mengikuti Vaksinasi yang Digelar Polres Cilacap

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Amicus Curiae dan Penahanan Aktivis: Saluran Publik di Tengah Kebebasan yang Menyempit

Kata-Kata Setelah 28 Tahun Reformasi

Rabu, 20 Mei 2026

Satresnarkoba Banyumas Bongkar Peredaran Obat Keras, 1.130 Butir Diamankan dari Tangan FH

Satresnarkoba Banyumas Bongkar Peredaran Obat Keras, 1.130 Butir Diamankan dari Tangan FH

Selasa, 19 Mei 2026

Dilantik Jadi Ketua Mabicab, Sadewo Siapkan Pramuka Banyumas Pecahkan Rekor MURI

Dilantik Jadi Ketua Mabicab, Sadewo Siapkan Pramuka Banyumas Pecahkan Rekor MURI

Selasa, 19 Mei 2026

Selanjutnya

Penampakan Antrean Panjang Ratusan Warga Mengikuti Vaksinasi yang Digelar Polres Cilacap

Angsamas Diuji Coba, Wabup Berharap Sektor Wisata Makin Bergeliat

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com