INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

PAN Kritik Pemerintah Bolehkan WNA Masuk RI tapi Warga Dilarang Mudik

Sabtu, 8 Mei 2021

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) menyayangkan lolosnya puluhan warga negara asing asal China ke Indonesia yang ternyata sebagian dinyatakan positif COVID-19. PAN menegaskan pemerintah sangat tidak konsisten dalam menerapkan aturan protokol kesehatan.
Awalnya, anggota Komisi IX Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay menyayangkan masuknya sejumlah WN China ke Indonesia. Padahal, dari awal, dia sudah meminta agar jangan sampai ada tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia di tengah pandemi.

“Pertama saya sangat menyayangkan apapun alasannya masuknya WNA ke Indonesia, dari awal saya katakan bahwa tolonglah sejak awal kita COVID namanya tenaga kerja asing nggak usah masuk dulu ke Indonesia, kita tidak mau ada kasus-kasus baru Covid ini dari Luar negeri masuk ke Indonesia,” kata Saleh saat dihubungi, Jumat (7/5/2021).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Saleh meminta pemerintah harus mengisolasi semua WNA China baik yang positif COVID-19 atau tidak yang masuk ke Indonesia beberapa hari yang lalu. Dia menyebut lolosnya WN China tersebut juga membuktikan pemerintah tidak ketat melakukan screening dan testing kepada para WNA

“Saya juga sangat menyesalkan lolosnya orang-orang tersebut ke Indonesia yang ternyata dimana ada diantaranya yang positif COVID-19, itu artinya sebelum diberangkatkan dari sana screeningnya itu tidak ketat, artinya orang yang masuk ke pesawat di sana itu tidak ditesting secara baik sehingga bisa lolos sampai Indonesia,” ucapnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Atas persoalan itulah, Saleh pun menilai pemerintah sangat tidak konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan. Dia menyinggung betapa ketatnya penjagaan bagi warga negara Indonesia yang hendak bergerak ke luar kota sementara WNA asal China bisa leluasa lolos masuk ke Indonesia.

“Saya melihat pemerintah ini sangat sangat tidak konsisten dalam menegakkan aturan, mengapa? Karena di dalam negeri ini kita luar biasa ketatnya, orang pergi antarkota saja hari ini tidak boleh, jadi pindah dari satu kota a ke kota b aja tidak boleh, bahkan disuruh putar balik dengan alasan supaya menghindari mudik dan penyebaran virus Covid. Eh tapi pada saat yang sama pemerintah kita membolehkan orang asing untuk datang ke Indonesia, ya warga negaranya sendiri dibuat ketat nggak boleh ini nggak boleh itu, tapi warga negara asing justru lolos dan masuk ke Indonesia, ini aturan apa yang kita terapkan seperti ini?” jelasnya.

Saleh meminta agar pemerintah merenungkan yang dilakukan selama ini dalam menerapkan aturan. Dia berharap pemerintah tidak lagi hanya ketat terhadap bangsa sendiri tapi longgar terhadap bangsa lainnya.

“Tolong direnungkan, tolong direnungkan apakah aturan seperti ini sudah benar, kita ketat untuk bangsa sendiri tapi longgar untuk bangsa lain. Mestinya kalau mau ketat nggak apa bangsa sendiri diketatin atas nama kesehatan, tetapi bangsa lain lebih diketatkan lagi sehingga tidak ada penyebaran virus yang imported cases yang dalam hal ini yang dari luar negeri,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih mengungkap sejauh ini, ada dua warga negara China yang positif Corona masuk RI, dari total 85 WN China.

“Data kedatangan dari China menggunakan beberapa penerbangan dengan waktu kedatangan yang berbeda. Dari keseluruhan yang sudah dilakukan swab pertama, terdapat dua orang positif tanpa gejala,” jelas Benget, Jumat (7/4/2021).

Kedua warga negara China tersebut kini tengah menjalani isolasi di salah satu hotel DKI Jakarta. Sampel keduanya juga langsung diambil untuk kemudian mengetahui apakah membawa varian baru Corona Inggris, Afrika Selatan, atau Corona India mutan ganda.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pimpinan DPR Akan Bahas Usulan Pembubaran Komisi VII

Selanjutnya

Survei: Elektabilitas PDIP Masih Unggul, PSI Tembus 5 Persen

TERBARU

Tak Sekadar Temu Kangen, Republik Ngapak Injakkan Langkah Lestarikan Kearifan Lokal di Banyumas

Tak Sekadar Temu Kangen, Republik Ngapak Injakkan Langkah Lestarikan Kearifan Lokal di Banyumas

Rabu, 25 Maret 2026

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Tegaskan Banyumas Tak Terapkan WFA

Rabu, 25 Maret 2026

Nelayan Banjarnegara Belum Ditemukan, Tim SAR: Ombak Masih Menjadi Kendala

Nelayan Banjarnegara Terseret Ombak di Pantai Suwuk Ditemukan Meninggal

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Survei: Elektabilitas PDIP Masih Unggul, PSI Tembus 5 Persen

Warga Ilaga Papua Beraktivitas Kembali Usai Serangan KKB

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com