BANYUMAS – Petani padi organik Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas menjajal pemasaran luar daerah. Ada dua sasaran daerah, yakni Jakarta dan Sumatera. Penyuluh Lapangan, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Banyumas, Sugiyanto mengatakan, dua pasar tersebut kecenderungan konsumsi makanan sehat. Terutama bagi yang mempunyai pemahaman kesehatan.
“Sebenarnya, produksi padi organik petani Dawuhan belum bisa mencukupi kebutuhan pasar dalam daerah. Tapi di saat bersamaan perlu juga untuk memperluas pasar,” ujar Sugiyanto, Rabu (6/10).
Sehingga diharapkan ke depan pemasaran beras organik petani Dawuhan semakin luas. Seiring dengan upaya untuk memperluas areal tanam.
Petani padi organik Desa Dawuhan tercatat 12 orang dengan luasan lahan yang telah sertifikasi 2,76 hektare. Produktivitas rata-rata 11 ton beras. Varietas mentik wangi susu yang digemari konsumen.
Sejak mulai penjajagan melalui pemasaran online ke Jakarta dan Sumatera mulai terlihat hasil. Namun, untuk rekapan data belum.
“Rencana ada penambahan areal persawahan untuk padi organik kurang lebih 2 hektare,” imbuh Sugiyanto.
Pertimbangannya, menanam padi organik membuat lahan menjadi subur. Skala ekonomi biaya produksi lebih hemat. Sebab, pupuk dan pestisida membuat sendiri. Selain itu, nasi beras organik rasanya lebih enak. Penyimpanan beras lebih tahan lama ketimbang perlakuan kimia. (fij)







