Banyumas – Pembuat makanan tradisional Banyumas Jipang Jagung masih terus bertahan meski digempur dengan pandemi.
Salah Pengusaha Jipan Jagung di Desa Pageralang Kecamatan Kemranjen Banyumas, Nasihun mengatakan sejak 12 tahun dirinya memproduksi jipang jagung.
Selain karena prosesnya cukup mudah, pemasaran juga sangat mudah. Sejumlah pedagang eceran rutin menyambangi rumahnya yang berada di RT 3 RW 4. Mereka memasarkan Jipang Jagung untuk wilayah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap dan Brebes.
Permintaan semakin meningkat ketika memasuki bulan puasa, dan menjelang lebaran. Meski diakuinya, pada dua kali lebaran ini, permintaan untuk buah tanggan bagi pemudik yang akan balik ke kota perantuan berkurang drastis. Bila dibandingkan lebaran di luar pandemi.
Permintaan yang tinggi ini disebabkan makanan jipang merupakan makanan khas orang Jawa Tengah dan digemari oleh semua kalangan. Rasanya yang renyah dan manis, menjadi pilihan tersendiri bagi pencinta makanan tradisioanal.
Dalam sekali produksi paling tidak diperlikan bahan jagung mencapai 50- 60 Kg, beras 25 Kg, gula jawa 50 Kg. Dengan omset mencapai Rp4 juta – Rp5 juta, dalam satu minggu paling tidak dua kali memproduksi Jipang Jagung.
” Kalau penjualan tidak sulit, karena pada beli langsung. Seperti kali ini untuk lebaran, ataupun pedagang eceran pada ambil kesini,” kata Nasihun beberap waktu lalu.
Untuk harga jual satu bungkus Nasihun menjual Rp2.800 kepada pedagang eceran, sedangkan bagi masyarakat biasa dirinya menjual Rp3000. Kebanyakan pembeli perorangan yang datang ke pabrik Jipang Jagung miliknya, untuk dibawa sebagai oleh- oleh.
Di Desa Pageralang selain Nasihun, sejumlah orang memperoduksi Jipang Jagung, termasuk dari warga luar Banyumas yang membuat pabrik di lokasi tersebut. (RA).






