PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto mewacanakan terobosan besar bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Sunhaji, mengungkapkan rencana penyusunan kurikulum khusus yang dirancang khusus bagi mahasiswa yang berstatus atlet.
Gagasan ini muncul sebagai bentuk dukungan terstruktur agar para atlet tidak terpaksa memilih antara meraih prestasi di lapangan atau menyelesaikan studi tepat waktu. Wacana tersebut disampaikan Prof. Sunhaji saat memberikan pembekalan kepada 73 atlet dan 17 pendamping kontingen UIN Saizu yang akan bertanding dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsi) Jawara II di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, Senin (7/9/2026).
“Saya sebenarnya ingin membuat kurikulum atlet. Jadi, atlet-atlet itu memiliki kurikulum tersendiri. Tapi ini prosesnya panjang,” ujar Prof. Sunhaji di hadapan para mahasiswa di Hall Perpustakaan UIN Saizu, Senin sore.
Meski proses penyusunan kurikulum khusus ini memerlukan waktu, Prof. Sunhaji menegaskan bahwa saat ini kampus sudah memberikan kemudahan melalui kebijakan dispensasi perkuliahan. Mahasiswa yang bertanding diwajibkan untuk berkoordinasi dengan dosen dan menyerahkan surat dispensasi resmi.
“Minimal ada dispensasi bahwa Anda tidak kuliah, tapi untuk berjuang mencapai prestasi untuk kampus kita. Jangan sampai mahasiswa dihadapkan pada pilihan sulit antara akademik dan olahraga,” tegasnya.
Dalam arahannya, Prof. Sunhaji juga menekankan empat kunci sukses bagi kontingen UIN Saizu selama kompetisi berlangsung pada 9–13 September 2026, yaitu mental baja, disiplin tinggi, etika dan sportivitas, serta kesiapan fisik dan strategi.
Ia mengingatkan para atlet agar tidak merasa inferior terhadap lawan dari kampus lain. “Sekarang level kita sama dengan mereka. Jangan kalah mental sebelum bertanding,” pesannya.
Tak hanya itu, Prof. Sunhaji juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mengatur pola istirahat, serta menjaga sikap di lokasi pertandingan. Ia meminta mahasiswa untuk menghormati juri, menghargai lawan, serta bijak bermedia sosial selama ajang berlangsung.
Lebih jauh, Prof. Sunhaji memandang prestasi olahraga bukan sekadar kemenangan semata. Ia menilai bakat di bidang olahraga dapat menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan karier setelah lulus, melalui program magang maupun peluang kerja yang semakin terbuka.
“Semua prestasi, semua potensi yang ada, mari bersama-sama kita bangun dan kita kembangkan. Semoga kontingen UIN Saizu bisa mendulang prestasi sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.
Dengan wacana kurikulum atlet ini, UIN Saizu menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga unggul di bidang nonakademik. Kampus yang dikenal dengan jargon Kampus Desa Mendunia ini pun semakin serius membangun ekosistem pendidikan yang inklusif bagi seluruh potensi mahasiswa.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra






