BANYUMAS — Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengukuhkan dan melepas 404 atlet serta 105 pelatih kontingen Banyumas untuk berlaga di Porprov Jawa Tengah 2026. Prosesi itu digelar di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (10/10/2026).
KONI Banyumas membidik lonjakan prestasi dengan target lima besar Porprov Jateng 2026. Kontingen dipatok meraih 56 medali emas, 77 perak, dan 101 perunggu.
Target itu jauh melampaui capaian Porprov 2023, ketika Banyumas finis di peringkat kedelapan dengan koleksi 29 emas, 44 perak, dan 50 perunggu. Peningkatan dukungan dan persiapan kini menjadi ujian untuk membuktikan lonjakan prestasi tersebut.
Dukungan pemerintah, pemusatan latihan, penguatan mental, hingga insentif medali telah disiapkan. Kini, pembuktiannya berada di arena pertandingan.
Kontingen Terbesar Usai Semarang dan Surakarta
Ketua Umum KONI Banyumas Arie Suprapto menyebut kontingen Banyumas menjadi salah satu yang terbesar setelah Kota Semarang dan Surakarta. Namun, besarnya kekuatan personel harus berbanding lurus dengan prestasi.
“Harapannya bukan hanya besar kontingennya, tetapi besar juga prestasinya,” tegas Arie.
Evaluasi performa cabang olahraga, hasil pra-Porprov, serta rekam jejak atlet dalam berbagai turnamen menjadi dasar penyusunan target baru. Hasil pemetaan KONI mengarah pada sasaran ambisius: 56 emas, 77 perak, dan 101 perunggu.
Perolehan itu dinilai berpeluang mengantar Banyumas ke tiga besar. Meski demikian, KONI menetapkan lima besar sebagai target realistis.
“Kalau kemudian ending-nya tiga besar, ini bonus buat masyarakat Banyumas,” kata Arie.
Mental Tempur Jadi Taruhan
Persiapan kontingen tak hanya bertumpu pada kemampuan teknis dan fisik. KONI juga menggembleng mental atlet melalui character building di Batalyon Infanteri 405 sebagai upaya membangun disiplin, nasionalisme, kekompakan, dan daya juang.
Sebanyak 33 cabang olahraga menjalani pemusatan latihan terpusat, sementara delapan cabang lainnya berlatih secara desentralisasi menyesuaikan lokasi dan kebutuhan venue. Menurut Arie, kesiapan atlet terus dipantau melalui bidang pembinaan prestasi, mencakup aspek teknik, fisik, dan mental.
Arie meminta sisa waktu persiapan dimanfaatkan secara maksimal. Baginya, dukungan anggaran dan fasilitas dari pemerintah daerah harus dijawab dengan prestasi nyata, bukan sekadar semangat di atas podium pengukuhan.
“Buktikan bahwa Banyumas punya semangat tempur yang luar biasa. Jangan takut berhadapan dengan siapa pun,” ujarnya.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap atlet membawa tanggung jawab lebih besar daripada kepentingan pribadi: menjaga kehormatan daerah dan mengubah dukungan masyarakat menjadi medali.
Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan, pengukuhan merupakan bagian penting dari perjalanan atlet dan pelatih setelah melewati rangkaian pembinaan, seleksi, serta latihan. Ia meminta kontingen tampil dengan percaya diri, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bertandinglah dengan penuh rasa percaya diri, jaga kekompakan, dan jangan lupa hormati lawan,” pesannya.
Sadewo juga meminta pelatih dan pendamping memastikan kondisi atlet tetap terjaga selama pertandingan. Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak semata-mata diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang membentuk disiplin, kerja sama, dan karakter.
Meski demikian, pemerintah daerah berharap kontingen pulang membawa prestasi terbaik. Sadewo menyatakan akan menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih kemenangan, meski nominalnya belum dipastikan dalam sambutan tersebut.
Saatnya Membuktikan
Kini, target lima besar menjadi ujian sesungguhnya bagi Banyumas. Dengan 404 atlet, dukungan 105 pelatih, dan sasaran 56 emas, kontingen memiliki modal untuk mendaki klasemen.
Namun, besarnya kontingen dan tingginya target hanya akan berarti jika terkonversi menjadi prestasi. Porprov 2026 bukan lagi panggung untuk menjanjikan kebangkitan. Bagi Banyumas, inilah saatnya membuktikannya.
PBVSI Banyumas Siap Berupaya Optimal Raih Prestasi di Porprov Jawa Tengah
Sementara itu, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Banyumas menyatakan siap berupaya optimal meraih prestasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Ketua Harian PBVSI Banyumas Agus Supriyanto mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong pembinaan atlet bola voli agar mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan bersaing dengan kontingen dari kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
Menurutnya, upaya meraih prestasi membutuhkan persiapan matang, pembinaan berkelanjutan, kedisiplinan atlet, serta dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan olahraga bola voli di Banyumas.
“PBVSI Banyumas berupaya memaksimalkan potensi atlet yang dimiliki agar dapat tampil kompetitif dalam menghadapi persaingan di tingkat provinsi. Target kita medali emas untuk tim Bola Voli pantai ,” katanya.
Agus menyebut, ajang Porprov Jawa Tengah juga menjadi momentum untuk mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus mengevaluasi perkembangan bola voli di Kabupaten Banyumas.
Dengan persiapan yang terarah dan kerja sama seluruh unsur terkait, PBVSI Banyumas berharap dapat memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga. (Redaksi)






