INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Konflik Desa Klapagading Kulon Dinilai Kronis, Satria Praja Usulkan Tim Pendamping Khusus

Konflik Desa Klapagading Kulon Dinilai Kronis, Satria Praja Usulkan Tim Pendamping Khusus

Rapat khusus penyelesaian konflik antara Kades dan Perangkat Desa Klapagading Kulon Kecamatan Wangon digelar secara tertutup di ruang Asisten Pemerintahan Setda Banyumas, Rabu (24/12/2025)

Kamis, 25 Desember 2025

BANYUMAS – Konflik berkepanjangan antara Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon dan perangkat desa dinilai telah memasuki fase kronis. Ketua Satria Praja Banyumas, Saefudin, mengusulkan pembentukan tim pendamping khusus untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan di tingkat desa.

Saefudin menilai, konflik yang tak kunjung selesai berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan desa dan pelayanan publik.

“Persoalan ini sudah kronis. Kami mengusulkan agar Pemkab membentuk tim pendamping khusus untuk memfasilitasi berbagai persoalan, mulai dari administrasi hingga urusan rumah tangga pemerintahan desa,” ujar Saefudin usai mengikuti rapat khusus penyelesaian konflik internal Desa Klapagading kulon di Kantor Asisten Pemerintahan Setda Banyumas, Rabu (25/12/2025) malam.

Ia menekankan, tim tersebut sebaiknya melibatkan berbagai unsur organisasi, seperti Satria Praja, PPDI, serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, penyelesaian konflik harus menyeluruh agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Kami berharap ada win-win solution. Jangan sampai konflik ini berkembang menjadi persoalan yang lebih buruk dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Desa: Perangkat Tidak Loyal

Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono, menilai konflik muncul karena perangkat desa tidak loyal dan tidak menjalankan tugas sesuai tupoksi.

“Sudah jelas perangkat desa membangkang. Tidak ada loyalitas dan tidak pernah melaporkan pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Kades Klapagading Kulon, Karsono. (istimewa)

Karsono, yang akrab disapa Sower, mengaku menginginkan perdamaian dan kerja sama profesional. Namun, hingga kini belum ada titik temu. Ia menambahkan, sembilan perangkat desa telah menerima Surat Peringatan Ketiga (SP3) dan siap melanjutkan proses sesuai mekanisme bersama kecamatan dan kabupaten.

Ketua PPDI Kecamatan Wangon, Wantoro, berharap hubungan antara kepala desa dan perangkat segera membaik.

“Kami berharap hubungan bisa harmonis kembali. Untuk proses hukum biarlah berjalan sesuai ketentuan. Kami hanya mendampingi dan meluruskan,” ujarnya.

Meski pelayanan masyarakat masih berjalan, Wantoro mengakui adanya keluhan warga, terutama terkait penyaluran bantuan.

“Kalau soal bantuan yang tidak diterima karena konflik, saya belum tahu persis. Tapi secara umum pelayanan masih berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari pihak sembilan Perangkat Desa Klapagading Kulon tidak ada satupun yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti rapat. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Aksi Solidaritas Warnai Sidang Tiga Pelajar Aktivis Pro-Demokrasi di PN Purwokerto

Selanjutnya

Konflik Pribadi Kades–Perangkat Klapagading Kulon Buntu, Mediasi Seret Media dan Kuasa Hukum

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Dua Orang Meninggal, Bus Sugeng Rahayu Melaju Tak Terkendali di Wangon

Dua Orang Meninggal, Bus Sugeng Rahayu Melaju Tak Terkendali di Wangon

Rabu, 20 Mei 2026

Dampak Dolar AS Menguat, Harga Kedelai di Banyumas Tembus Rp10.600 per Kilogram

Dampak Dolar AS Menguat, Harga Kedelai di Banyumas Tembus Rp10.600 per Kilogram

Rabu, 20 Mei 2026

Fakultas Farmasi UMP dan BRIN Jalin Kolaborasi Riset Kanker Payudara

Fakultas Farmasi UMP dan BRIN Jalin Kolaborasi Riset Kanker Payudara

Rabu, 20 Mei 2026

Selanjutnya
Konflik Pribadi Kades–Perangkat Klapagading Kulon Buntu, Mediasi Seret Media dan Kuasa Hukum

Konflik Pribadi Kades–Perangkat Klapagading Kulon Buntu, Mediasi Seret Media dan Kuasa Hukum

Remisi Natal di Banyumas: Harapan Baru dari Balik Jeruji

Remisi Natal di Banyumas: Harapan Baru dari Balik Jeruji

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com