BANYUMAS – Konflik berkepanjangan antara Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon dan perangkat desa dinilai telah memasuki fase kronis. Ketua Satria Praja Banyumas, Saefudin, mengusulkan pembentukan tim pendamping khusus untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan di tingkat desa.
Saefudin menilai, konflik yang tak kunjung selesai berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan desa dan pelayanan publik.
“Persoalan ini sudah kronis. Kami mengusulkan agar Pemkab membentuk tim pendamping khusus untuk memfasilitasi berbagai persoalan, mulai dari administrasi hingga urusan rumah tangga pemerintahan desa,” ujar Saefudin usai mengikuti rapat khusus penyelesaian konflik internal Desa Klapagading kulon di Kantor Asisten Pemerintahan Setda Banyumas, Rabu (25/12/2025) malam.
Ia menekankan, tim tersebut sebaiknya melibatkan berbagai unsur organisasi, seperti Satria Praja, PPDI, serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, penyelesaian konflik harus menyeluruh agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Kami berharap ada win-win solution. Jangan sampai konflik ini berkembang menjadi persoalan yang lebih buruk dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Kepala Desa: Perangkat Tidak Loyal
Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono, menilai konflik muncul karena perangkat desa tidak loyal dan tidak menjalankan tugas sesuai tupoksi.
“Sudah jelas perangkat desa membangkang. Tidak ada loyalitas dan tidak pernah melaporkan pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Karsono, yang akrab disapa Sower, mengaku menginginkan perdamaian dan kerja sama profesional. Namun, hingga kini belum ada titik temu. Ia menambahkan, sembilan perangkat desa telah menerima Surat Peringatan Ketiga (SP3) dan siap melanjutkan proses sesuai mekanisme bersama kecamatan dan kabupaten.
Ketua PPDI Kecamatan Wangon, Wantoro, berharap hubungan antara kepala desa dan perangkat segera membaik.
“Kami berharap hubungan bisa harmonis kembali. Untuk proses hukum biarlah berjalan sesuai ketentuan. Kami hanya mendampingi dan meluruskan,” ujarnya.
Meski pelayanan masyarakat masih berjalan, Wantoro mengakui adanya keluhan warga, terutama terkait penyaluran bantuan.
“Kalau soal bantuan yang tidak diterima karena konflik, saya belum tahu persis. Tapi secara umum pelayanan masih berjalan,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pihak sembilan Perangkat Desa Klapagading Kulon tidak ada satupun yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti rapat. (Angga Saputra)










