NASIONAL– Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mendukung rencana pemerintah melakukan streamlining atau perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan fokus, efisiensi, dan daya saing BUMN.
Adistra yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Banyumas-Cilacap mengatakan, jumlah BUMN selama ini dinilai terlalu banyak. Kondisi tersebut juga berdampak pada banyaknya perusahaan yang berada dalam struktur anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
“Pak Presiden menyampaikan terkait BUMN bahwa akan diteruskan program streamlining, di mana jumlah BUMN yang begitu banyak akan sangat dikurangi. Kami khususnya dari Komisi VI sangat mendukung,” ujar Adistarya.
Menurut dia, perampingan BUMN akan membuat perusahaan pelat merah lebih fokus terhadap bisnis inti masing-masing. Dengan struktur yang lebih sederhana, BUMN diharapkan dapat menjalankan operasional secara lebih efisien.
“Ini akan meningkatkan fokus BUMN terhadap inti usahanya. Jumlah BUMN memang sebelumnya terlalu banyak. Banyak perusahaan, anak, cucu, bahkan cicit, itu bisa dikurangi,” katanya.
Adistra menilai langkah tersebut juga penting untuk meningkatkan kemampuan BUMN dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan swasta. Selama ini, BUMN dinilai masih menghadapi tantangan untuk dapat bersaing secara optimal dengan sektor swasta.
“Kami yakin BUMN bisa beroperasi dengan lebih efisien. BUMN yang semakin ramping akan lebih mudah untuk berkompetisi dan menyesuaikan dengan keadaan,” ujarnya.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan kinerja dan profitabilitas BUMN sekaligus memperkuat profesionalisme perusahaan milik negara.
“Dengan ini mudah-mudahan BUMN bisa beroperasi dengan lebih efisien dan labanya terus meningkat. Seperti tadi disampaikan, sudah kelihatan dampaknya meningkat dan mudah-mudahan ke depan semakin baik dan semakin profesional,” kata Adistarya
Angga Saputra






