Banyumas – Pandemi covid 19 terus memakan korban. Bahkan pengurusan terutama pemakaman ada yang tertunda akibat banyaknya korban serta terbatasnya tenaga tim pemakaman covid 19.
“Kondisi tersebut menggugah hati nurani kita sebagai relawan kemanusiaan. Hal ini dapat dukungan dari bapak Camat Sumpiuh.” ungkap koordinator FORTASI Sudjatmiko Minggu, (18/7/2021) malam.
Dikatakan, sudah terbentuk dua tim, satu tim terdiri dari 11 personil gabungan staf kecamatan, polsek, koramil, dan relawan.
‘Malam ini pemakaman di wilayah Tambak., Prembun tapi digeser ke Kamulyan karena kondisi makam yang banyak batu dan saat ini proses pemakaman” katanya.

Camat Sumpiuh Akhmad Suryanto mengatakan, dalam pemakaman jenazah covid harus sesuai prokes dan harus ada dukungan dari semua pihak.
“Alhamdulillah di kecamatan Sumpiuh ada FORTASI (Forum Relawan Lintas Organisasi). Peran serta relawan dituntut dan bersama-sama dengan Forkopincam Sumpiuh (polsek, koramil).Sehingga diharapkan tidak ada jenazah covid di wil.kec.Sumpiuh Banyumas yg tertunda/terlalu lama pemakamannya” kata Akhmad Suryanto.
Camat Sumpiuh menjelaskan, tim kita namai “Tim Kolaborasi” karena terdiri dari unsur staf kecamatan, koramil, polsek dan Relawan/Fortasi (MDMC, Serayu Rescue, Tagana, Bagana, Karang taruna inti).
“Bahkan pembentukan Tim Kaborasi mendapat sambutan dari Kalaksa BPBD Banyumas. Tim Kolaborasi merupakan bagian dari tim Kabupaten/BPBD sehingga bilamana diperlukan oleh daerah lain terutama di sekitar kecamatan Sumpiuh, Tim Kolaborasi harus siap “jelas Kalaksa BPBD lewat telpon.
Tim kolaborasi mulai bekerja sejak dibentuk sampai hari ini sudah memakamkan jenazah covid sekitar 6 jenazah. (spj)






