Purwokerto – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah kembali mengajak warga di wilayah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi bencana tanah longsor menjelang puncak musim hujan.
“Kami kembali mengimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo ketika dihubungi dari Purwokerto, Rabu.
Dia mengatakan, masyarakat perlu berperan aktif dalam upaya mitigasi guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan.
“Masyarakat perlu mengenali ancaman bencana yang ada di sekitarnya dan segera lakukan pengungsian sementara jika terdapat tanda-tanda longsor ada di lingkungan masing-masing,” katanya.
Dia mencontohkan, masyarakat perlu mewaspadai terjadinya rekahan tanah sebagai salah satu tanda awal terjadinya longsor.
“Apabila terjadi tanda-tanda tanah longsor seperti adanya pohon yang miring, adanya rekahan tanah dan adanya air yang mengalir dari tebing dan berwarna keruh maka perlu waspada dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” katanya.
Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya upaya mitigasi bencana.
“Dengan demikian diharapkan masyarakat ikut berperan aktif dan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mitigasi dan pentingnya budaya sadar bencana,” katanya.
Sebelumnya, Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin menginstruksikan penguatan mitigasi bencana tanah longsor menjelang puncak musim hujan guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan.
“Perkuat mitigasi bencana tanah longsor, curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini dikhawatirkan bisa memicu gerakan tanah,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai meninjau lokasi longsor di titik lokasi di wilayah Kecamatan Pandanarum.
Dia menjelaskan bahwa telah terjadi bencana tanah longsor di Dusun Mangli Desa Lawen, Dusun Getas Desa Pringamba dan Dusun Serang Desa Beji yang telah mengakibatkan empat rumah warga rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kendati demikian beberapa tanah di titik longsor sementara ditutupi terpal guna mencegah terjadinya longsor susulan,” katanya.






